Pembangunan RS Pratama Semitau Sudah Selesai, Ini Langkah Selanjutnya Dinkes Kapuas Hulu

dr H Harrison menyatakan pembangunan rumah sakit Pratama Semitau dipastikan sudah selesai, dan akan segera dioperasikan

Pembangunan RS Pratama Semitau Sudah Selesai, Ini Langkah Selanjutnya Dinkes Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembangunan Rumah Sakit Pratama Semitau. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dr H Harrison menyatakan pembangunan rumah sakit Pratama Semitau dipastikan sudah selesai, dan akan segera dioperasikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kita juga akan menyiapkan sumber daya manusia, dan terus meningkatkan sarana-prasarana yang ada dirumah sakti tersebut," ujarnya kepada wartawan, di Kantor Dinkes Kapuas Hulu, Jumat (9/11/2018).

Selain itu juga, Dinas Kesehatan sudah mulai menyeleksi penerimaan pegawai kontrak untuk Rumah Sakit Pratama Semitau.

Baca: BPJS Kesehatan Tetap Tanggung Biaya Peserta, Meski Dirawat Lebih Sebulan

"Dicari kita adalah mulai dari dokter, perawat, bidan, asisten apoteker, keamanan, supir ambulance dan lainnya," ucapnya.

Harrison menjelaskan, total pegawai kontrak untuk mengisi RS Semitau itu ada 74 orang. Selain itu beberapa petugas yang sudah terlatih yang ada di Puskesmas akan kita tarik ke RS Pratama Semitau, karena memang tidak mungkin tenaga RS Semitau semuanya tenaga yang baru, harus ada tenaga yang sudah berpengalaman.

"Pengumuman penerimaan pegawai kontrak sudah diumumkan kemarin dikantornya. Saat ini pihaknya dari tanggal 9-12 melakukan penerimaan berkas dari pelamar. Nanti tanggal 13 ujiannya dan tanggal 14 pengumuman hasilnya," ujarnya.

Pembangunan RS Pratama Semitau tersebut menggunakan dana APBN. Pembangunanya dimulai dari tahun 2017 dengan anggaran Rp5 miliar dan dilanjutkan ditahun 2018 dengan anggaran Rp19 miliar.

"Kita harapkan adanya rumah sakit ini dapat melayani masyarakat atau pasien rujukan dari Kecamatan Jongkong, Selimbau, Suhaid, Semitau, Seberuang, Silat Hilir dan Silat Hulu," ucapnya.

Selama ini menurutnya, masyarakat di kecamatan tersebut merujuk ke RSUD Ahmad Diponegoro di Putussibau dan RSUD Sintang dimana kedua rumah sakit tersebut jauh dari kecamatan tersebut.

"Akses yang jauh dari RS rujukan menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut l, dan akan penanganan kasus-kasus emergency atau gawat darurat terlewatkan," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved