Ekspor Produk Perikanan Meningkat, Dewan Harap Instansi Terkait Bangun Tambak Udang
Terkait dengan meningkatnya ekspor produk perikanan dari Kalbar ke Malaysia melalui PLBN Entikong dan kabupaten Sanggau satu diantara yang ekspor
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terkait dengan meningkatnya ekspor produk perikanan dari Kalbar ke Malaysia melalui PLBN Entikong dan kabupaten Sanggau satu diantara yang ekspor.
Anggota DPRD Sanggau, Ir Konggo Tjintalong Tjondro berharap agar Pemerintah menyiapkan program bagi para masyarakat yang bergerak di bidang budidaya ikan.
“Dan bahkan kalau bisa membangun tambak udang sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan kabupaten Sanggau, ” katanya, Rabu (7/11/2018).
Politisi Partai Golkar Sanggau itu menambahkan, untuk kabupaten Sanggau, dirinya belum bisa memastikan jumlahnya apalagi udang galah yang di dapat dari sungai kapuas masih bersifat musiman.
“Sepengetahuan saya belum ada tambak udang di Sanggau. jadi masih belum akurat datanya dan jumlahnya saya kira tidak dalam jumlah yang besar, kecuali ada tambak, ” ujarnya.
Baca: Semalaman Hujan, Pagi Ini Cuaca di Putussibau Mendung
Sebelumnya diberitakan, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong,Mas Wigrantoro Giri Pratikno menyampaikan, Jumlah ekspor produk perikanan dari Kalimantan Barat ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“BKIPM Entikong mencatat pada 2017 ekspor produk perikanan yang melewati PLBN Entikong sebanyak 600 ton dalam setahun. Sedangkan pada tahun 2018 ini, per September lalu saja ekspor produk perikanan mencapai 632 ton, ” katanya melalui rilisnya, kamrin.
Dikatakanya, ada enam Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang kami layani dan sampai sekarang sudah 942 sertifikat yang dikeluarkan sebagai kelengkapan dokumen ekspor ke Malaysia.
“Dengan komuditi yang mendominasi itu ikan laut segar, udang, cumi dan sebagainya, ” tuturnya.
Ia menjelaskan, 632 ton produk perikanan tersebut senilai Rp25,5 miliar dengan jumlah rata-rata ekspor perhari mencapai 10 ton. Dikatakan, nilai dan jumlah tersebut menunjukkan hasil perikanan di Kalimantan Barat cukup menjanjikan untuk mendongkrak perekonomian nelayan dan pelaku usaha sektor perikanan.
Sejauh ini, lanjutnya, permintaan produk perikanan Kalimantan Barat dari Malaysia cukup banyak. Berapapun produk perikanan yang dikirim ke Malaysia tidak pernah ditolak oleh importir disana.
“Melihat peluang itulah, kita harapkan ekspor produk perikanan ini terus meningkat. Karena semakin banyak ekspor taraf perekonomian masyarakat kita, terutama nelayan dan pelaku usaha sektor perikanan akan semakin baik, ” ujarnya.
BKIPM Entikong, lanjutnya, terus mendukung pelaku ekspor produk perikanan di Kalimantan Barat, melalui sejumlah kemudahan pengurusan dokumen ekspor bagi UPI di Kalbar. “Kita berikan kemudahan proses pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan UPI untuk ekspor dengan cepat, ” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri menyampaikan, Kabupaten Sanggau salah satu penghasil produk perikanan yang diekspor ke Malaysia.
“Kita eksport ikan dan juga udang galah, cuma saya lupa berapa jumlahnya, nanti saya buka data, ” katanya, Selasa (6/11).
Hendri menuturkan, udang yang dieksport diperoleh dari Sungai Kapuas yang dikumpulkan untuk dijual ke Malaysia. “Di Sanggau ada pengepulnya, setelah terkumpul nanti udang yang masih segar baru dieksport ke Malaysia, ” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-dprd-sanggau-ir-konggo-tjintalong-tjondro_20180502_193105.jpg)