Gelar Rapat Koordinasi Bahas Banjir, PJ Sekda Tekankan Ini Kepada Seluruh Instansi

Pihaknya telah mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan perhatian lebih di kawasan tersebut.

Penulis: Ferryanto | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Kondisi banjir di Wilayah Kabupaten Mempawah, di Desa Sungai Bakau Besar Laut. Senin (15/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- PJ Sekda Mempawah Ismail mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait, untuk menyikapi fenomena alam yang terjadi di Kabupaten Mempawah, yakni intensitas hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Mempawah.

"Rapat ini merupakan wujud nyata dari Pemda Mempawah, kita ingin merespon cepat terkait apa hal - hal yang menimpa masyarakat kita,"ujarnya.

Baca: BPBD Catat Hingga Kini 2455 KK Terdampak Banjir di Mempawah

Baca: Lantik Kepengurusan IKBM Mempawah, Sukiryanto Minta Pengurus Jaga Budaya Leluhur

Dalam rapat tersebut, Ismail mengatakan ada beberapa poin yang di bahas.

Pertama pihaknya mengintruksikan kepada pihak BPBD untuk proaktif Melihat kondisi terkini terkait cuaca, dan memetakan terkait titik - titik lokasi yang sudah terkena banjir.

Kemudian membuat laporan perkembangan keadaan masyarakat yang terdampak setiap harinya.

Dari hasil laporan yang di terimanya, status Banjir di Mempawah masih dalam kategori Siaga.

Selanjutnya, Ismail mengatakan pihaknya sedang mendata ketersediaan Buffer stok / logistik yang ada, untuk dapat di salurkan ke warga - warga yang saat ini terdampak banjir.

Ismail mengatakan bahwa pihaknya sudah menekankan kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk dapat bersiaga, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terkena banjir, terlebih di lokasi yang berdekatan dengan TPA, yang mana di lokasi tersebut kondisi air banjirnya berbau dan berwarna hitam.

Pihaknya telah mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan perhatian lebih di kawasan tersebut.

"Kalau banjir inikan yang berdampak pada kesehatan banyak setelah pasca banjirnya, diare , penyakit kulit, dan ini sudah kita Instruksikan kepada petugas - petugas kesehatan untuk siaga dalam memberikan pelayanan, baik itu di Puskesmas inti, maupun puskesmas pembantu,"ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Ismail menekankan kepada seluruh masyarakat SKPD yang ada untuk proaktif sesuai dengan tugas pokok nya masing - masing, untuk bisa perduli dan merespon cepat kepada masyarakat yang sedang terkena banjir di Mempawah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved