Kepala Bank Indonesia Harap Masyarakat Bisa Belajar Pengembangan Mocaf di Landak
Terkait mocaf yang dikembangkan di Mentonyek, Landak ini, bank indonesia optimistis, karena komitmen dari KWT Baras Baru
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kalbar, Prijono, menjelaskan alasan pengembangan modified cassava flour (mocaf) karena keprihatinan terhadap pangan dalam negeri yang masih bergantung pada impor.
“Seperti kue yang dimakan itu ada campuran gandum, dan gandum itu didatangkan dari luar negeri. Kita harus mulai membiasakan mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Maka alangkah baiknya jika kita bisa mandiri,” kata Prijono saat meresmikan tanam perdana singkong untuk mocaf di Desa Mentonyek, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Landak, Sabtu (6/10/2018).
Baca: TERPOPULER - Dari Mahfud MD Ogah Ladeni Fahri Hamzah Hingga Kabar Duka dari Hanum Rais
Baca: Sekda Landak Apresiasi Program Pengembangan Mocaf Bank Indonesia
Dia pun memuji semangat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru dalam mengelola tanaman singkong ini. Menurutnya semangat ini penting, dan menjadi sinergi yang baik antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah hingga masyarakat.
“Bank Indonesia dalam menentukan lokasi dan pemilihan KWT dibantu oleh Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan, lalu dalam memberikan pelatihan, BI dibantu oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Semetara yang mengerjakan, dari menyiapkan lahan hingga menanam ini kita minta ke ibu-ibu KWT. Dengan sinergi yang baik maka program ini bisa berjalan,” ujar Prijono.
Baca: KWT Baras Baru Landak Bangga Dipercaya Kembangkan Mocaf di Mentoyek
Baca: Bank Indonesia Dukung Pengembangan Mocaf di Kalbar
Terkait mocaf yang dikembangkan di Mentonyek, Landak ini, Prijono mangaku optimistis. Selain didukung dengan potensi daerah, maka yang penting pula ada komitmen dari KWT untuk menjalankan dan menjaga program pengembangan mocaf tersebut.
“Harapan saya nantinya semua yang ingi berlajar tanaman singkong, belajar mocaf bisa datang ke sini, bisa belajar dengan ibu-ibu KWT Baras Baru. Saya juga berharap para ibu-ibu KWT bisa membentuk lembaga seperti koperasi untuk usaha yang dijalankan. Tujuannya hasilnya bisa menjadi kesejahteraan bersama,” sebut Prijono.
Bank Indonesia menyerahkan bantuan 1.500 batang tanaman masing masing 500 untung tanaman singkong pulen dan 1.000 batang lagi berupa singkong yang akan diolah menjadi penepung atau mocaf. Selain itu bantuan yang diberikan tiga unit mesin masing-masing mesin pemotong, mesin pengering dan mesin pengolah mejadi tepung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tanam-perdana-singkong-mocaf_20181007_071144.jpg)