Dusun Enteras Resmi Dicanangkan Sebagai Kampung KB

Dengan melibatkan partisipasi seluruh sektor berbagai instansi terkait sehingga pelayanan publik benar-benar dapat optimal

Dusun Enteras Resmi Dicanangkan Sebagai Kampung KB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Bupati Sekadau Rupinus saat membuka kegiatan pencanangan kampung keluarga berencana di Dusun Enteras Desa Sungai Ayak II Kecamatan Belitang Hilir, Kamis (4/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Bupati Sekadau Rupinus menegaskan, undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, mengamanatkan bahwa program pengendalian penduduk dan keluarga berencana menjadi kewajiban yang harus diselenggarakan. 

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan pencanangan kampung keluarga berencana di Dusun Enteras Desa Sungai Ayak II Kecamatan Belitang Hilir, Kamis (4/10/2018).

Baca: Manajer Tim Untan : Kami Bermain Tanpa Beban

Baca: Sidang Lanjutan Bomb Joke, Jaksa Tuntut FN 8 Bulan

"Oleh karena itu urusan wajib ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bentuk pengabdian, dan tanggung jawab dalam pelayanan kepada masyarakat, di setiap lini lapisan masyarakat serta lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada," ujar Rupinus. 

Ia melanjutkan, kampung keluarga berencana merupakan miniatur program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) secara komprehensif.

Dengan melibatkan partisipasi seluruh sektor berbagai instansi terkait sehingga pelayanan publik benar-benar dapat optimal  proses pembangunan masyarakat. 

"Untuk itu peran pemerintah di setiap tingkat wilayah seperti pemerintah Desa, Dusun, RW, RT, dan BPD serta lembaga-lembaga sosial perlu didorong sehingga pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam berpartipasi membangun keluarga kecil, sehat, bahagia, sejahtera, semakin baik, meski dalam keluarga terdiri dari orang-orang yang jumlahnya tidak banyak, tetapi dengan kualitasnya bagus maka dari keluargalah negara menjadi kuat," papar Rupinus. 

Ia juga mengatakan, untuk dapat mewujudkan keberhasilan program KKBPK tentu harus melibatkan peran serta aktif semua pihak, satu diantaranya dengan pola kemitraan, bekerja bersama-sama dengan mengesampingkan ego sektoral. 

Karena itu, kata dia, pola yang dianggap tepat adalah dengan kampung keluarga berencana yang merupakan wujud keterpaduan program dan lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan, serta mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. 

Artinya, lanjut dia, kampung keluarga berencana adalah pendekatan upaya lebih memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan. 

"Kita harus berbangga karena Dusun Enteras ini dianggap layak menjadi kawasan pencanangan. Partisipasi masyarakatnya sangat luar biasa sehingga diharapkan kedepan dari segala sisi pembangunan di desa diharapkan menjadi lebih baik," tukas Rupinus. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help