Advetorial

Perangkat Desa Radak Satu Tenang Warganya Terlindungi JKN-KIS

Kini ia merasa tenang karena seluruh perangkat desa Radak Satu dan keluarganya telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

Perangkat Desa Radak Satu Tenang Warganya Terlindungi JKN-KIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Handri Yanto, Kepala Urusan Keuangan Perangkat Desa Radak Satu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memasuki, tahun kelima program Jaminan Kesehatan Nasional, banyak sekali manfaat yang dirasakan masyarakat Indonesia, Baik peserta Mandiri, Pekerja Penerima Upah (PPU) dan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Adalah Handri Yanto (41) Kepala Urusan Keuangan perangkat Desa Radak Satu, Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Saat ditemui oleh Tim BPJS Kesehatan, Selasa (25/09) menceritakan pengalamannya menjadi peserta JKN-KIS.

Baca: Peserta JKN-KIS Tak Perlu Khawatir Kini Kepastian Pelayanan Ada di Rujukan Online

Baca: Desi Wirastuty: BPJS Kesehatan Akan Selalu Sosialisasikan Jika Ada Aturan Terbaru

Kini ia merasa tenang karena seluruh perangkat desa Radak Satu dan keluarganya telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

Handri Yanto merupakan pemuda asli kelahiran Desa Radak Satu. Desa Radak Satu berlokasi cukup jauh dari perkotaan, perjalanan menuju desa ini dapat ditempuh melalui kendaraan air dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Sebagaian besar masyarakat yang tinggal di sana berasal dari keturunan Jawa karena dahulu kala orang tua mereka mengikuti transmigrasi ke provinsi Kalimantan.

Untuk pelayanan kesehatan Desa Radak memiliki satu Puskesmas rawat inap dengan fasilitas cukup memadai lengkap dengan dokter umum dan dokter gigi serta petugas kesehatan.

“Kami selaku perangkat desa yang sehari-hari bertugas mengabdi kepada masyarakat amat bersyukur telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS, setidaknya saya dan rekan-rekan kini lebih tenang, jika salah satu keluarga kami ada yang sakit sudah tidak perlu memikirkan biaya lagi. Beberapa waktu lalu salah satu perangkat Desa disini juga mengalami serangan jantung, Alhamdullilah berkat pertolongan yang cepat dan tepat, kini sudah dapat bekerja kembali. Semuanya ditanggung oleh program JKN-KIS,” ungkap Handri.

Kepala Desa Radak Satu Sumardi, juga menjelaskan bahwa desanya sangat concern terhadap kebutuhan warganya terutama masalah kesehatan, saat ini sekitar 70 % warganya sudah menjadi peserta program JKN-KIS, sebagian besar iurannya ditangung oleh pemerintah.

“Seluruh warga Desa Radak Satu telah kami informasikan untuk mendaftar ke program JKN-KIS, jika mereka benar-benar tidak mampu maka saya dan perangkat desa yang ada akan membantu jangan sampai ada warga kami yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain itu di desa kami juga sudah difasilitasi chanel pembayaran PPOB, sehingga tidak ada alasan warga kami menunggak karena akses pembayaran,” tutur Sumardi.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved