Citizen Reporter
Walikota Singkawang Sampaikan Kondisi Pengelolaan Sampah ke Kemenpupera
"Pertemuan ini untuk menindaklanjuti dibangunnya sel zona sanitary landfill Tahun Anggaran 2017 lalu melalui dana APBN," kata Tjhai Chui Mie.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Media Center Singkawang
Vhutra
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Libertus melakukan pertemuan dalam rangka sinkronisasi program peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Pertemuan yang berlangsung di Ditjen Cipta Karya Kemenpupera RI, Rabu (5/9) dihadiri Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dirjen Cipta Karya Kemenpupera Dodi Krispatmamadi, Kasubdit Pengelolaan Sampah Dit PPLP, Lina dan Kepala Satker PPLP Provinsi Kalbar Reza Rizka Pratama.
Baca: Sat Binmas Polres Singkawang Imbau Pengendara Bermotor
Baca: Rangkaian Penyambutan Sutarmidji-Ria Norsan di Pendopo, dari Sapa Tamu Sampai Istri Mau Pingsan
"Pertemuan ini untuk menindaklanjuti dibangunnya sel zona sanitary landfill Tahun Anggaran 2017 lalu melalui dana APBN," kata Tjhai Chui Mie.
Dikatakan Tjhai Chui Mie, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup penanganan sampah di Kota Singkawang dari Tahun 2013-2017 mengalami peningkatan. Untuk Tahun 2017 dengan jumlah penduduk 215.296 jiwa terjadi timbulan sampah sebanyak 196.458 Meter kubik. Sedangkan penanganannya baru mencapai 71.996 meter kubik.
"Volume sampah pada Tahun 2017 sebanyak 196.458 M3, sedangkan penanganannya baru mencapai 71.996 M3," katanya.
Penanganan yang dilakukan, kata Tjhai Chui Mie hanya sebatas pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Kemudian pengolahan sampah basah menjadi kompos dan pencacahan botol plastik di TPA. Selain itu, alat berat penunjang operasional di TPA Winosari saat ini mengalami kerusakan.
"Oleh karena itu, pada pertemuan ini kami menyampaikan permohonan bantuan sarana prasana pengelolaan sampah sebagai penunjang operasional di TPA," ujarnya.
Ia berharap dengan bantuan sarana prasarana yang diberikan kemenpupera dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar pengelolaan sampah di Kota Singkawang akan lebih baik.
"Kota yang bersih sangat mendukung kunjungan wisata ke Kota Singkawang. Apalagi Kota Singkawang sudah dikenal sebagai Destinasi Wisata Kalbar. Tentunya PAD juga meningkat" katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Libertus mengatakan pihaknya telah melakukan upaya terhadap sampah yang belum tertangani. Penanganan itu diantaranya dengan melakukan pilot project "Gerakan Singkawang Memilah" di Kelurahan Tengah Kecamatan Singkawang Barat.
"Untuk menunjang kegiatan tersebut, Pemkot memberikan komposter dan kendaraan roda tiga yang bersumber dari APBD dan APBN," katanya.
Selain itu juga mengoptimalkan pemanfaatan KSM 3R yang merupakan bantuan dari Kemenpupera pada Tahun 2012. Kemudian masyarakat menjual sampah anorganiknya kepada pengumpul barang bekas.
Libertus berharap dengan bantuan sarana dan prasarana dari Kemenpupera dapat meningkatkan penanganan sampah di Kota Singkawang. (*)