Karolin Bantu Beras Untuk Pekerja PKS PTPN XIII Ngabang Yang di PHK
Diakui Karolin, dirinya sudah melihat dan memantau berbagai perubahan yang terjadi di PTPN XIII...
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh para pekerja di PKS PTPN XIII Ngabang, karena ada sebanyak 84 orang pekerja yang di PKH sepihak beberapa waktu lalu.
Selain di PHK, 84 pekerja PKS PTPN XIII Ngabang yang terdiri dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Buruh Harian Lepas (BHL) dan honorer itu, tidak menerima upah (Gaji) selama dua bulan terakhir.
Baca: Ditahan TNI AL, Kapten KM Kawan Express Ngaku Tak Tahu Ada Pelanggaran
Baca: DPRD Landak Rapat Paripurna Perubahan APBD Landak
Diakui Karolin, dirinya sudah melihat dan memantau berbagai perubahan yang terjadi di PTPN XIII.
Dirinya pun sudah bertemu pihak managemen PTPN XIII di Pontianak. Ternyata di luar dugaan, dan bahkan di luar kemauan PTPN XIII itu sendiri.
Baca: Bupati Landak Audiensi Dengan Pekerja PTPN XIII Yang di PHK Sepihak
"Kami terus membangun komunikasi dengan PTPN XIII, ternyata memang sangsut PTPN III ini, asli. Ketemu direksi pun direksinya belum gajian, mau ngomong apa coba," ujar Karolin saat bertemu pekerja yang di PHK PKS PTPN XIII Ngabang pada Jumat (31/8/2018).
Dikatakan Karolin, memang situasi saat ini tidak bisa dihindari. Meski demikian, dirinya memprioritaskan hak-hak para pekerja. "Itu yang saya lakukan dan kerjakan," katanya.
Kemudian, dirinya yang ketemu direksi malah mendapatkan curhat. "Bagi saya, hutang bank, bunga bank, kredit perusahaan, kerugian perusahaan itu bukan urusan saya," cerita Karolin.
Sehingga dirinya meminta secara lisan kepada pihak managemen PTPN XIII, agar mengutamakan masalah kemanusiaan dulu. "Sudah saya sampaikan kepada pimpinan, prioritasnya adalah hak-hak bapak ibu sekalian," bebernya.
"Jadi saya ngomong terus terang, PTPN XIII tidak bisa diharapkan lagi. Kalau ada yang mau kerja di luar, mau pulang ke kampung tanam padi, tanam sawit, tanam ubi silahkan," tuturnya.
Untuk itu jangan berharap menunggu PTPN XIII, karena kemungkinan besar tidak ada harapan.
"Tapi hak-hak bapak ibu akan saya kejar. Prinsipnya kami akan mengawal hak-hak bapak ibu," janjinya.
Diakui Karolin, dengan situasi seperti sekarang memang sangat memprihatinkan. Namun janji dari pihak managemen ada menawarkan, bagi yang berminat di bagian produksi bisa diakomodir.
"Pada intinya hak-hak pekerja sudah kami identifikasi persoalannya, kami meminta hak prioritas. Untuk yang lain-lain, itu bukan kewenangan saya. Jadi saya hanya mengawasi di bidang ketenagakerjaan," ungkapnya.
Disampaikannya juga, dirinya memang berinisiatif ketemu langsung dengan pihak Direksi. "Karena kalau bapak ibu yang turun dan lakukan demo, biaya sudah berapa," tambahnya.