Khalilah: Banser Harus Tegas Terhadap Perusak Kebhinekaan
Hal ini sangat penting sebagai wujud ikhtiar membentuk kader-kader bangsa yang cinta NKRI yang menjunjung tinggi kebhienekaan
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Pimpinan pusat Fatayat NU, Dr Khalilah, M Pd menyampaikan, ketegasan Banser terhadap perusak kebhinekaan sangat penting di kedepankan. Jika dibiarkan maka kita tidak akan pernah merasakan kedamaian.
Hal itu disampaikan saat mengisi materi dihadapan peserta Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di pondon pesantren Suryalaya Cabang Sanggau di Sanggau Permai, Kelurahan Sei Sengkuang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (24/8/2018) malam.
Baca: Hidupkan Organisasi, Samion Ingatkan Anggota PGRI Sintang Disiplin Bayar Iuran
“Saya mengapresiasi Banser di Kalbar yang secara konsisten, istiqomah, disiplin dan semangat melakukan sistem kaderasisi secara berkelanjutan. Hal ini sangat penting sebagai wujud ikhtiar membentuk kader-kader bangsa yang cinta NKRI yang menjunjung tinggi kebhienekaan, ” tegasnya.
Ia menyebut ada empat syarat yang perlu ada agar bangsa atau negara dapat berdiri tegak, perlu adanya pemerintahan yang berdaulat, ada wilayah, ada penduduk, dan negara tersebut diakui oleh negara lainnya.
Baca: Begini Tutorial Delle Alli Challenge Ala Si Cantik Reigitha Lawrence Anzela
“Bangsa indonesia sebagai bangsa yang memiliki 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, adalah kawasan wilayah yang diatasnya berdiri penduduk indonesia, memiliki pemerintahan yang berdaulat dan diakui oleh negara lain kemerdekaannya, ” tuturnya.
“Terkait keindonesiaan kita memiliki adat istiadat, budaya, bahasa, bahkan suku bangsa yang berbeda-berbeda namun tetap satu jua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan kebhinekaan ini harus kita pertahankan, ” tambahnya.
Dikatakanya, Banser sebagai mars yang dinyanyikan adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI. Untuk itu sebagai calon perwira jika lulus dalam kaderisasi susbalan angkatan ke II sekalbar ini, perlu untuk meningkatkan kapasitas baik secara kualitas (keilmuan) maupun secara kuantitas (fisik yang kuat) membulatkan tekad, meluruskan niat lillahitaala untuk membela ulama dan umara yang sah demi kesatuan NKRI.
“Insya Allah tidak ada yang sia-sia semuanya akan dinilai sebagai tabungan ibadah sebagai bekal kita meninggal nanti, ” pungkasnya.