Suriansyah Sebut Hasil Penelitan Dari National University of Singapore (NUS) Memalukan

Terkait hasil penelitan dari Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP)

Suriansyah Sebut Hasil Penelitan Dari National University of Singapore (NUS) Memalukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Ketua DPD Gerindra Kalbar, Suryansyah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait hasil penelitan dari Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore (NUS) yang menempatkan posis daya saing Kalbar di posisi 28 dari 34 provinsi menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah itulah gambaran dan kondisi dari Kalbar yang merupakan daerah masih sangat tertinggal.

"Kita ketahui juga bahwa IPM kita sangat rendah dan itu menunjukan kualitas sumber daya manusia yang rendah dan dari hasil penelitan itu memang sangat memprihatinkan bagi kita di Kalbar," ucap Suriansyah saat diwawancarai, Jumat (10/8/2018).

Baca: Dinilai Kurang Serius Maksimalkan Peranti Elektronik, Rossi Makin Berang Pada Yamaha

Kemudian dari segi infrastruktur Kalbar disebutnya sangat tertinggal dari daerah lain bahkan menjadi satu diantara daerah yang terburuk.

"Inilah situasi yang harus diperhatikan oleh gubernur baru nanti. Ini sangat memalukan sekali daerah dengan sumber daya alam yang melimpah dan sangat kaya tapi tidak mendapat apa-apa dan salah dalam pengaturannya," tegas Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar ini.

Berdasarkan hasil penelitian NUS yang merupakan lembaga independen dari luar negeri tentu menurutnya penelitian dilakukan secara objektif dan berdasarkan data dan fakta yang ada dilapangan. Srhingga semua pihak haris memahami dan menjadi tekad bersama dalam memperbaiki kedepan.

"Bukan bermaksud menyalahkan pemimpin yang lalu, tapi memperbaiki kedepan adalah tantangan kita bersama," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa pemerintah pusat sudah menetapkan anggaran yang ada setiap tahunnya harus dimanfaatkan 20 persen pendidikan, 10 persen kesehatan dan 30 persen minimal untuk infrastruktur.

Baca: Ingin Punya Tubuh Langsing Meski Tanpa Olahraga? Ikuti Tips Mudah Ini

Nah kalau ini diterapkan dengan baik, dikontrol dan diawasi engan baik ia rasa kondisi akan meningkat.

Kemudian tantangan pemerintah kedepannya bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga biaya pembangunan bisa mendapat porsi yang lebih baik.

Pembangunan infrastruktur dasar, antara lain pelabuhan, kawasan ekonomi khusus perlu segera dibangun untuk merangsang perekonomian di Kalbar, sehingga memberikan dampak percepatan-percepatan pembangunan infrastruktur, SDM dan lainnya.

"Semoga kedepan penelitian yang dilakukan seperti NUS ini, tidak menghasilkan angka yang buruk seperti saat ini," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help