Kisah Asry, Gadis Bandung Dari Keluarga Kurang Mampu Raih IPK Tertinggi

Arsy Yuri Saputri merupakan satu di antara wisudawati Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak yang berprestasi di bidang akademik.

Kisah Asry, Gadis Bandung Dari Keluarga Kurang Mampu Raih IPK Tertinggi
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Arsy Yuri Saputri pada acara wisuda ke XXV dan Angkat Sumpah Ahli Maadya dan sarjana Terapan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (18/7/2018). Asry merupakan wisudawati dengan IPK tertinggi yakni 3,98. Asry adalah wisudawati program studi D-III Kebidanan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Arsy Yuri Saputri merupakan satu di antara wisudawati Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak yang berprestasi di bidang akademik.

Lulusan program studi D-III Kebidanan ini lulus dengan IPK 3,98.

Gadis asal kota Bandung ini dinobatkan sebagai peringkat I wisudawan/i berprestasi bidang akademik pada acara wisuda ke XXV dan Angkat Sumpah Ahli Maadya dan sarjana Terapan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak yang digelar di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (18/7/2018).

Baca: LIVE STREAMING BABAK II Persebaya vs PSMS, Tuan Rumah Unggul di Babak Pertama

Kuliah dibidang kesehatan merupakan salah satu cita-cita Asry, dulu ia bercita-cita ingin menjadi dokter dan Polwan, namun cita-cita Asry kandas.

Arsy Yuri Saputri bersama kedua orangtuanya pada acara wisuda ke XXV dan Angkat Sumpah Ahli Maadya dan sarjana Terapan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (18/7/2018). Asry merupakan wisudawati dengan IPK tertinggi yakni 3,98. Asry adalah wisudawati program studi D-III Kebidanan.
Arsy Yuri Saputri bersama kedua orangtuanya pada acara wisuda ke XXV dan Angkat Sumpah Ahli Maadya dan sarjana Terapan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (18/7/2018). Asry merupakan wisudawati dengan IPK tertinggi yakni 3,98. Asry adalah wisudawati program studi D-III Kebidanan. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

"Cita-cita saya sebenarnya Polisi dan Dokter, sempat ikut beasiswa kedokteran,cuma gagal ditahap akhir, kemudian sempat coba daftar polwan tapi gak lulus juga, kemudian coba daftar di Kebidanan Alhamdulillah masuk, memang tekat sih sebenarnya dari awal," Ujar Asry sambil tersenyum.

"Tantangan selama kuliah, ini kan saya D-III, jadi kuliah, belajar, langsung turun kelapangan, tantangannya adalah malas, pasti malas, malas untuk nulis, malas untuk kerja, malas untuk kerjanya itu luar biasa, cuma kalau kita terus-terusan malas, yang namanya malas gak ada obatnya, jadi kita tetap paksakan diri kita untuk semangat lagi dan lebih banyak nulis, karena yang namanya bidan itu dia kerjaannya selalu nulis, pasien, nulis, pasien," Ujarnya.

Asry terbilang mahasiswi yang mandiri, jauh dari orangtua tidak menyurutkan semangatnya untuk menyelesaikan perkuliahannya di perantauan.

Orangtuanya di Bandung, di Pontianak Asry tinggal bersama budenya yang kebetulan juga seorang bidan.

"Sebenarnya emang gak sengaja sih kuliah disini, SMA nya kan di Sanggau, kebetulan Arsy tu bukan dari keluarga menengah ke atas tapi Asry dari keluarga menengah kebawah, jadi Alhamdulillah disini Arsy dibantu bude untuk biaya SMA nya, begitu kuliah, coba ngebiayain diri sendiri sama biaya dari orangtua, akhirnya bisa, jadi pas Arsy kuliah, Arsy kuliah sambil magang dan magangnya di Kebidanan juga bukan magang di tempat lain," kata Asry.

Selama kuliah gadis kelahiran 12 Agustus 1997 ini berusaha untuk tidak memberatkan beban kedua orangtuanya, dan sejak November 2017 lalu ia magang (kerja) di salah satu Klinik kesehatan di Pontianak, klinik Mariani di Jalan Gusti Hamzah, Pancasila 5.

"Alhamdulillah sampai sekarang Arsy jarang minta uang sama orangtua, jadi Arsy minta sama orangtua tu kalau udah mendesak aja, misalnya kalau Arsy mau bepergian jauh, takutnya ban motor bocor baru Arsy minta uang ke orangtua untuk pegangan aja, selebihnya gak pernah minta, kecuali udah emang darurat, mintanya pun tergantung orangtua, jadi Arsy gak pernah minta, bu minta sejuta, bu minta segini, nah itu gak pernah, yang penting bapak sama ibu punya uang berapa kirim segitu, soalnya gak pernah lebih dari 1 juta ngirim ke saya, itupun lewat Alfamart bukan lewat ATM, karena memang kami gak pakai ATM, uang yang dikirim juga gak banyak karena Arsy Alhamdullilah pribadi orang yang jarang minta uang sama orangtua," Kata anak pertama dari dua bersaudara itu.

"Selesai kuliah ini Insya Allah masih tetap di Pontianak, masih lanjut magangnya (kerja) dan mudah-mudahan diangkat jadi pegawai," pungkasnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved