Anaknya Gagal Masuk SMP Pilihan Akibat PPDB Zonasi, Ridwan Kamil Tetap Tidak Mau Curang

Sedianya sistem PPDB zonasi ini dibuat agar adanya pemerataan sekolah, sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit.

Anaknya Gagal Masuk SMP Pilihan Akibat PPDB Zonasi, Ridwan Kamil Tetap Tidak Mau Curang
KOMPAS.COM
Ridwan Kamil di acara IdeaFest 2016 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP di Jawa Barat sudah diumumkan pada 9 Juni 2018 lalu.

Diketahui, PPDB untuk tahun ini terbagi menjadi 5 jalur, yakni jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Penghargaan Maslahat Guru (PMG) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Warga Penduduk Sekitar (WPS) dan Seleksi Hasil Ujian Nasional (SHUN).

Untuk jalur WPS atau sistem zonasi ini dikhususkan bagi calon siswa yang berada di dekat sekolah.

Selain itu, sistem ini dibuat agar tidak ada lagi siswa yang harus menempuh jarak jauh untuk menuju sekolahnya.

Namun, ternyata sistem zonasi ini banyak dikeluhkan siswa.

Baca: Pedang Pora Lepas Purna Bhakti Polda Kalbar

Karena, banyak siswa yang menginginkan bersekolah di sekolah pilihannya, namun terganjal zonasi.

Mereka yang sudah mendaftar akan tergeser dengan kuota penerimaan dari jalur WPS.

Seperti yang dialami oleh putri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Putrinya yang bernama Zara harus kecewa lantaran dirinya tidak bisa masuk ke sekolah pilihannya, SMPN 2 Bandung.

Padahal, hasil nilai UN-nya bagus.

Hal itu ia ceritakan lewat akun Instagram-nya.

Putrinya merasa kecewa dan menangis karena tak bisa masuk sekolah pilihannya.

Halaman
123
Editor: madrosid
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved