BPP Se-Ketapanag Harus Jadi Contoh Langsung Bagi Masyarakat

Khususnya dalam hal menanam berbagai tanaman seperti cabe, kacang-kacang bahkan padi di likungangan masing-masing.

BPP Se-Ketapanag Harus Jadi Contoh Langsung Bagi Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI
Kepala DPPP Ketapang, Sikat Gudag diwawancarai awak media di Ketapang, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Badan Penyuluh Pertanian (BPP) di kecamatan-kecamatan se Ketapang harus jadi contoh langsung bagi petani.

Khususnya dalam hal menanam berbagai tanaman seperti cabe, kacang-kacang bahkan padi di likungangan masing-masing.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Peranian Perternakan dan Perkebunan (DPPP) Ketapang, L Sikat Gudag.

“Termasuk juga menanam jenis buah-buahan seperti kelengkeng dan lainnya,” kata Sikat kepada wartawan di Ketapang, Jumat (6/7/2018).

Ia menjelaskan BPP menanam tidak mesti harus banyak demi menambah penghasilan. Namun bisa sedikit meski hanya sekadar di perkarangan sekitar BPP atau lahan lainnya. Hal terpenting memberikan contoh cara bertanam yang baik dan benar.

Baca: Bakal Hadir Car Free Daya di Singkawang, Kepala Dinas Perhubungan Sebut Akan Banyak Manfaat

Tujuannya untuk menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk bertanam. Sehingga jika petugas BPP mengajak masyarakat untuk bertanam. Ia tidak dicemooh masyarakat misalnya petugas BPP saja tidak ada menanam.

“Makanya kita imbau BPP harus menanam agar menjadi contoh secara langsung. Kalau tak menanam nanti ketika mengajak masyarakat. Nanti dikatakan masyarakat petugas BPP saja tidak ada menanam tapi ngajak orang bertanam,” ujarnya.

Sikat menambahkan imbauan agar BPP menanam juga untuk kepentingan sendiri. Misalnya menanam cabe meski hanya diperkarangannya. Tentu saja jika untuk kebutuhan cabe sehari-hari petugas BPP bisa terpenuhi.

Sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran petugas BPP itu sendiri. “Jika program ini diterapkan selain untuk kepentingan masyarakat langsung. Tentu juga bisa meningkatkan kesejahteraan petugas BPP itu sendiri,” ucapnya.

“Intinya kita sekarang tidak ingin petugas BPP dan petugas pertanian lainnya hanya mengajak masyarakat secara bicara. Tapi meski tanpa bicara bisa mengajak masyarakat secara nyata dan langsung dengan memberikan contoh bertanam,” lanjutnya.

Sikat mengungkapkan jika hasil tanaman BPP itu bagus dan subur pasti masyarakat sendiri yang akan mendatanginya dan bertanya. “Contoh seperti ini sudah pernah kita alami langsung dan masyarakat sangat respon kalau melihat tanaman kita subur,” ujarnya.

Ia berharap imbauanya agar BPP bertanam di tempat masing-masing terus digalakkan.

“Kalau sekarang saya lihat di beberapa BPP sudah melakukan hal ini. Semoga semua sudah melakukannya dan nanti akan saya cek langsung,” tegasnya.

Penulis: Subandi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help