Waspada Penyakit Pasca Lebaran, Dokter Sarankan Tidak Berlebih-lebihan

Ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh, dari gangguan pencernaan yang biasanya muncul setelah lebaran.

Waspada Penyakit Pasca Lebaran, Dokter Sarankan Tidak Berlebih-lebihan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Kasi Pelayanan Kesehatan Diskes Kabupaten Kubu Raya, . 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Usai berpuasa di bulan Ramadan dan tiba hari raya lebaran bagi umat Muslim penting dianjurkan tetap mengatur pola konsumsi yang baik dan tidak berlebih-lebihan.

Ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh, dari gangguan pencernaan yang biasanya muncul setelah lebaran.

dr Asep Ahmad Syaifullah mengatakan yang terpenting tidak berlebihan. Sebab jika berlebihan sistem pencernaan manusia tidak siap, karena sebelumnya berpuasa sebulan penuh.

"Yang penting tidak berlebihan. Sebab dampaknya bikin sistim pencernaan tidak bekerja dengan baik," ujarnya kepada TribunSelasa (12/6/2018).

Baca: Kecelakaan di Tol, Kondisi Mobil Pemudik Bikin Ngeri

Kasi Pelayanan Primer Diskes Kubu Raya ini menjelaskan, ketika makanan yang dikonsumsi tidak cocok dengan pencernaan, maka akan menimbulkan penyakit. Paling rentan yakni diare.

"Apalagi kalau biasanya kita lebaran berbagai open house selain makanan juga ada minuman soda yang sebetulnya tidak baik bagi tubuh apalagi berlebihan," ujarnya

Dikatakanya puasanya sangat menyihatkan tubuh, terlebih bagi penderita sakit mag dan diabetes. Saat puasa, kadar gula darah alam tubuh menjadi seimbang.

Apabila saat lebaran pola komsumsi kembali seperti bjasanya, bahkan berlebih-lebihan ini akan mempengaruhi kesehatan.

"Apalagi yang memiliki riwayat penyakit parah misalnya di pembuluh darahnya banyak penyumbatan kolestrol, jika berlebih-lebihan akibatnya akan lebih parah lagi," ungkapnya
Oleh karena itu tips dalam mengatur pola makan setelah puasa ramadan, pertama tetap tidak berlebihan. Kemudian ingat resiko yang akan dimunculkan.

"Jangan setelah selesai puasa seperi orang keluar dari penjara ," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help