Tim Saber Pungli Berhasil Amankan Barang Bukti Hingga Puluhan Juta Rupiah di PLBN Aruk

Lanjut AKP Real, kemudian pada Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 15.13 WIB, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan cara penyamaran

Tim Saber Pungli Berhasil Amankan Barang Bukti Hingga Puluhan Juta Rupiah di PLBN Aruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Sambas, Kompol Jovan Reagan Sumual didampingi Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra, saat rilis di Mapolres Sambas, Senin (11/6/2018). Satgas Saber Pungli Kabupaten Sambas, melakukan OTT terhadap 3 tersangka Pungli di PLBN Aruk, Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 15.13 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra mengungkapkan kronologis pungli di PLBN Aruk, hingga di OTT oleh personel Sat Reskrim Polres Sambas.

"Berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Organisasi Gabungan Perusahaan Nasional Angkutan Orang dan Barang (Organda) Kabupaten Sambas di perbatasan Aruk, Desa Sajingan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas," ungkapnya, saat rilis tersangka dan barang bukti bersama Waka Polres Sambas, Kompol Jovan Reagan Sumual, Senin (11/6/2018).

Baca: Pelaku Pungli di PLBN Aruk Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Baca: Satgas Saber Pungli Sambas Tetapkan 3 Pemeras Sopir Taksi di PLBN Aruk Jadi Tersangka

Lanjut AKP Real, kemudian pada Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 15.13 WIB, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan cara penyamaran menggunakan mobil pribadi menuju border PLBN Aruk, di Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

"Setelah dari Border PLBN Aruk, petugas menuju arah ke Kabupaten Sambas, pada saat berjalan sekitar 400 meter, mobil petugas langsung diberhentikan oleh para pelaku di tepi jalan di RT 001/ RW 001, Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas," jelasnya.

Baca: Satgas Saber Pungli Sambas Tetapkan 3 Pemeras Sopir Taksi di PLBN Aruk Jadi Tersangka

Baca: Antisipasi Segala Kemungkinan di Pilkada, Panwascam Sungai Kakap Perkuat Persiapan

Kemudian petugas menanyakan berapa biaya yang harus dibayar.

"Para pelaku, kemudian menyuruh untuk membayar sebesar Rp 10 ribu per orang. Kemudian petugas menyerahkan uang sebesar Rp 100 ribu, dan dikembalikan pelaku kepada petugas sebesar Rp 70 ribu," terangnya.

Setelah itu, petugas pun langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku di lokasi tersebut.

"Di antaranya TSP yang memungut uang, JN yang menyimpan uang hasil pungli, serta FR selaku Bendahara kelompok kerja unit pelayanan penumpang di Terminal Aruk," ujar AKP Real.

Saat petugas melakukan operasi tangkap tangan, petugas juga mengamankan uang hasil pungutan dari JN sebesar Rp 5.694.000 dan uang Ringgit Malaysia sebesar RM 155, serta buku catatan jumlah uang pungutan.

Halaman
123
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved