Miris! Kondisi Sekolah di Pedalaman Sintang, Tanpa Dinding dan Berlantaikan Tanah

Suhardi menyampaikan bahwa SDN 41 Kebangak pada awalnya merupakan kelas jauh SDN 1 Nanga Merakai yang dibangun pada tahun 1991.

Miris! Kondisi Sekolah di Pedalaman Sintang, Tanpa Dinding dan Berlantaikan Tanah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Salah satu ruang belajar tanpa dinding dan berlantaikan tanah kuning di SDN 41 Kebangak, Dusun Kebangak, Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungau Tengah, Sabtu (9/6/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Plt Kepala Sekolah SDN 41 Kebangak, Suhardi menyampaikan bahwa SDN 41 Kebangak pada awalnya merupakan kelas jauh SDN 1 Nanga Merakai yang dibangun pada tahun 1991.

Proses berjalannya waktu, dikatakannya sempat beberapa kali ditutup karena permasalahan tidak adanya tenaga pendidik. Akhirnya, pada tahun 2001 saat ia menyelesaikan pendidikan, ia buka kembali dan berjalan sampai saat ini.

"Jadi dulu di sini swadaya masyarakat untuk kesejahteraan gurunya. Kadang itu pun tidak cukup. Kadang kita yang ngajar kita juga yang danai sekolah," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Sabtu (9/6/2018) siang.

Baca: Pemkab Sintang dan BKSDA Teken Kerjasama untuk Pengembangan Taman Wisata Bukit Kelam

Titik terang kemudian pada tahun 2013, setelah berkonsultasi dengan salah satu Anggota DPRD Sintang, ia diarahkan untuk membuat proposal. Pada akhirnya, pada 21 Maret 2016 dinegerikan dan menjadi SDN 41 Kebangak.

Meskipun telah berjalan hampir dua tahun lamanya, menurutnya kekurangan guru masih saja terjadi. Ia selaku kepala sekolah menjadi satu-satunya guru ASN, ditambah satu guru kontrak daerah dan satu guru honorer.

Kemudian masalah ruang belajar juga belum terselesaikan. Dari tiga lokal, satu ruang disekat untuk kelas 1 dan 4 dan belakangnya kelas terbuka untuk kelas 3. Satu ruang lagi disekat untuk kelas 5 dan 6, dan sisanya kelas 2.

Namun memang, sebelum menjadi sekolah negeri, SDN 41 Kebangak ini memang hanya diperuntukkan kelas satu sampai tiga saja. Sehingga bagi yang ingin melanjutkan harus ke SD Negeri 1 Nanga Merakai.

"Kemudian selama dua tahun ini setelah jadi negeri dan terpisah dari SDN 1 Nanga Merakai, kita belum ada dana bos, jadi segala operasional saya tanggung pribadi, termasuk honor untuk guru tidak tetap (honorer)," jelasnya.

Pihaknya sudah mengajukan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Namun kabar terakhir pihaknya masih harus menunggu konfirmasi dari provinsi.

"Karena ini memang sekolah baru, jadi segala sesuatunya belum ada, buku belum ada, untuk operasional kapur, spidol pun saya pribadi. Di sini ada dua perusahaan sawit, tapu mereka hanya bantu 200 ribu persekolah untuk honor guru," katanya.

Suhardi menambahkan bahwa saat ini untuk SDN 41 Kebangak memiliki 68 orang murid dari kelas satu hingga kelas enam. Bahkan tahun ajaran baru nantinya, sudah ada 14 orang calon murid baru yang mendaftar.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help