Surplus Beras, Sanggau Dinilai Mampu Ekspor Beras

“Seperti pada tahun 2016 kita surplus 58 ribu ton. Sementara kebutuhan beras Sanggau per bulan dikisaran 130-140 ton.,"ujarnya

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Hangpanghortikan) Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri menyampaikan, sejak beberapa tahun terakhir Sanggau sudah mengalami surplus.

Untuk itulah, ia menilai Sanggau sudah memiliki kemampuan untuk ekspor beras.

Baca: Bawaslu Sanggau Rekomendasi Perbaikan DPT untuk Beberapa Kecamatan

Baca: AMIK BSI Pontianak Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim

“Seperti pada tahun 2016 kita surplus 58 ribu ton. Sementara kebutuhan beras Sanggau per bulan dikisaran 130-140 ton. Itu berarti, kita sudah bisa ekspor beras, ” katanya, Selasa(5/6/2018).

Lanjut Hendri, Bulog juga sudah membeli beras petani sampai 250 ton. Kemudian, baru-baru ini juga dilakukan serapan gabah di Kecamatan Jangkang sebanyak 40,65 ton.

Baca: Demi Keselamatan Penumpang, Sopir Angkutan Mudik Dites Urine

Baca: Via Vallen Mengaku Alami Pelecehan Seksual oleh Pesepak Bola Kondang Tanah Air

Itu menandakan ketersedian beras di Sanggau cukup.

“Saat ini sebanyak 800 ton beras kita di Bulog. Stok beras itu cukup untuk empat bulan kedepan. Hasil panen 2018 bagus, hasilnya melimpah,” ujarnya.

Hendri mengatakan, pihaknya sudah sejak lama menjual beras ke kabupaten lain seperti ke Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang.

Namun untuk ekspor beras ke luar negeri harus ada keterlibatan investor atau pengusaha.

Pihaknya dikatakannya memikirkan bagaimana menghasilkan dan menjaga kualitas beras.

Namun ketika sudah bicara perdagangan, ada keterlibatan pengusaha dan Dinas Perindagkop dan UM. Karena disamping sudah punya investor atau pengusaha yang akan melakukan ekspor, harus mampu membangun jaringan di negera tujuan ekspor.

“Setelah ada komunikasi itu, tentulah bicara dokumen-dokumen ekspornya. Intinya, saya mendukung keterlibatan mereka (Kadin Sanggau) dan kalau bisa langsung action. Hanya saja, kami kan tidak sampai menemukan orang di Malaysia. Siapa orangnya, nah tidak mungkin juga kami lakukan itu,” jelasnya.

Hendri menuturkan, para investor atau pembisnis, punya jaringan seperti itu di negara tujuan ekspor. Tinggal mereka bangun itu (jaringan), nanti baru bicara ada tidak beras kita.

“Kami lebih pada memproduksi sebenarnya,” katanya.

Hendri menambahkan, pada Oktober 2017, pemerintah sudah membuktikan bahwa bisa ekspor. Artinya tinggal melanjutkan, dan itu tetap harus ada pengusahanya. Sementara kemampuan Dinas untuk mencari jaringan di Malaysia terbatas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved