Mengintip "Surga Kecil" di Puncak Bukit Mendala

Hijaunya pohon serta birunya laut seolah kompak mempertontonkan betapa megahnya karya Sang Pencipta.

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Pemandangan dari puncak Bukit Mendala, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (2/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Selain Kepulauan Karimata, Pantai Pulau Datok, dan Pantai Pasir Mayang, Kabupaten Kayong Utara ternyata masih menyimpan "surga kecil" di puncak Bukit Mendala yang berada tak jauh dari pusat kota Sukadana.

Dari puncak bukit ini pendaki bisa menyaksikan indahnya perpaduan lautan dan daratan yang terhampar luas di sekitar kota Sukadana.

Hijaunya pohon serta birunya laut seolah kompak mempertontonkan betapa megahnya karya Sang Pencipta.

(Baca: Wow! Bak Kembaran Meghan Markle, Pasangan Pengantin Ini Jadi Sorotan )

Suasana tenang dan damai pun sungguh terasa saat berada di puncak bukit berketinggian sekitar 325 mdpl ini.

Menurut seorang warga setempat, Iman, jika beruntung, pendaki juga dapat melihat langsung kehidupan burung enggang di habitat aslinya.

Saat Tribun berkunjung ke bukit ini pada Sabtu (2/6/2018), secara tak sengaja dua ekor satwa (biasanya disebut sepasang) yang populasinya kian memprihatinkan tersebut sedang melintas sembari mengibarkan kepakan sayapnya yang elok.

Namun sangat disayangkan, pemandangan tak biasa ini berlalu sangat cepat.

Tak lama setelah melintas, dua ekor burung enggang ini sudah hilang dari pandangan mata.

Iman mengatakan, Bukit Mendala memang memiliki keunikan tersendiri karena pendaki dapat menikmati dua keindahan alam sekaligus di waktu yang bersamaan.

(Baca: Ada yang 10 Hari! Ini Lho 10 Film Dengan Durasi Terpanjang di Dunia, Mau Nonton? )

Meski demikian, perlu diketahui, untuk menikmati keindahan alam di puncak bukit ini setiap pendaki harus membayar mahal dengan perjuangan melewati beratnya medan pendakian.

Pasalnya, hampir di sepanjang jalur pendakian para pendaki akan disuguhkan dengan tanjakan terjal berbatu yang cukup berbahaya.

Setidaknya, setiap pendaki akan menghabiskan waktu hingga satu jam berjalan kaki melewati jalur yang umumnya disebut sebagai jalan tikus itu.

Jalur itu merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai puncak.

Oleh sebab itu, bila ingin menikmati suasana dari puncak bukit ini, Iman menyarankan sebaiknya pendaki membawa persediaan air minum yang cukup untuk melepas dahaga di tengah perjalanan.

Selain itu, pendaki juga disarankan untuk tidak mengenakan sendal jepit dan celana jeans serta tidak membawa terlalu banyak barang demi kenyamanan perjalanan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved