Keren! 295 Meriam Karbit Siap Guncang Pontianak Sambut Kemenangan

Kota Pontianak adalah sebuah kota yang memiliki beragam kebudayaan dan inilah yang menjadi daya tarik

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak pinggiran Sungai Kapuas melompat dari ujung meriam karbit di Gang Haji Mursyid, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/7/2017) sore. Meski kerap buaya muncul di Sungai Kapuas tidak menyurutkan kebahagian anak-anak tersebut bermain dan berenang.TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak adalah sebuah kota yang memiliki beragam kebudayaan dan inilah yang menjadi daya tarik dari kota yang dilintasi dua sungai ini, Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Satu diantara budaya yang sudah mendapat pengakuan dari negara yaitu Meriam Karbit yang setiap tahunnya selalu dimainkan masyarakat setempat khususnya menjelang Idul Fitri dan setelahnya.

Pelestarian meriam karbit terus dilakukan pemerintahan setempat, momen ini biasanya saat perayaan lebaran umat islam.

Baca: Tak Pernah Diekspos, Ternyata Ayah Kandung Luna Maya Ganteng Sekali, Ini Fotonya!

sebagaimana pada tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya Pemkot Pontianak kembali mengadakan Festival Meriam Karbit 2018, di tepian Sungai Kapuas.

Baca: DPD KNPI Kalbar Siap Hadiri Rapimpurnas KNPI yang Akan Dihadiri Sejumlah Menteri

Festival ini tentu kerjasama antara pemerintah setempat dengan Komunitas Meriam Karbit yang ada di Kota Pontianak, sudah menjadi tradisi masyarakat berlomba-lomba menghiasi lokasi dan menghiasi batang meriam dengan seindah mungkin.

Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, Fajriudin Anshary menurutkan jika tahun ini berdasarkan data yang sudah terkumpul terdapat 295 batang meriam karbit siam mengguncang Kota Pontianak.

"Berdasarkan data yang ada terdapat 295 Batang meriam karbit yang akan dimainkan oleh 49 kelompok yang tersebar disepanjang Sungai Kapuas," ucap Fajriudin Anshary, Sabtu (2/6/2018).

Puncak festival meriam karbit ini akan dilangsungkan selama dua hari mulai tanggal 15-16 Juni 2018.

"Posko kegiatan berdasarkan hasil rapat bersama dengan kelompok meriam. Telah disepakati berada di Kelompok Banjar Baru Jalan Yusuf Karim Kelurahan Banjar Serasan Pontianak Timur," tambahnya.

Fajriudin Anshary menjelaskan jima meriam karbit yang menajdi agenda tahunan ini sebagai upaya untuk mempertahankan nilai kebudayaan yang sudah ada sejak dulu kala.

"Meriam karbit ini satu diantara kebudayaan yang masih diwariskan oleh para pendahulu dan kita harus terus mengembangkan dan melestarikannya," ujar Fajriudin Anshary.

Menurutnya nilai kebudayaan ini adalah peninggalan raja Kesultanan Pontianak, oleh karena itu nilai ini harus selalu dikembangkan serta dipelihara dan sudah menjadi tugas pemuda untuk memeliharanya.

Baca: Mahasiswa Pertanian Indonesia Bertemu Menteri Pertanian, Ini Yang di Bahas

Fajriudin Anshary menjelaskan adapun maksud dari pelaksanaan kegiatan permainan meriam karbit ini adalah mengenal ciri khas budaya Pontianak khususnya ditepian Sungai Kapuas dalam menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan tujuannya adalah upaya melestarikan tradisi dan budaya masyarakat tepian Sungai Kapuas yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun serta merayakan Idul Fitri dalam suasana persatuan umat dalam suasana kerukunan tali persaudaraan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved