Pilgub Kalbar

Wujudkan Kalbar Hebat, Karolin-Gidot Libatkan Semua Elemen

Komitmen ini, ditunjukkan pasangan Karolin-Gidot seraya menegaskan gaya kepemimpinan keduanya, yang tidak otoriter.

Wujudkan Kalbar Hebat, Karolin-Gidot Libatkan Semua Elemen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Cawagub Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot saat berfoto bersama dengan istri dan simpatisan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, menyatakan siap melibatkan semua elemen masyarakat, untuk mewujudkan Kalbar hebat.

Komitmen ini, ditunjukkan pasangan Karolin-Gidot seraya menegaskan gaya kepemimpinan keduanya, yang tidak otoriter.

“Kita dalam mewujudkan pembangunan, tentu harus mendapat dan mendengar masukan dari semua elemen masyarakat. Seperti tokoh adat, pemuka agama dan kalangan generadi muda tentunya,” ucap calon wakil gubernur Kalbar Suryadman Gidot di Bengkayang, Jum’at (25/5/2018), sesuai rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id.

Baca: Karolin Gagas Pembentukan BUM-Des Untuk Perkuat Desa dan Bangun Ekonomi Rakyat

Menurutnya, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat adalah pilar dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, keterlibatan mereka menjadi modal utama untuk membangun daerah agar lebih baik lagi.

“Kita akan terus membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat itu. Kita sejajarkan peranan dan kedudukan mereka dengan pemerintah daerah. Itu yang paling penting, karena kemajuan dan keamanan daerah, juga tidak terlepas dari peranan mereka,” jelasnya.

Gidot menilai, banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah daerah dengan keterlibatan tokoh serta elemen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan. Misalnya saja, dalam memerangi peredaran narkoba.

“Jadi pemimpin itu tidak bisa kerja sendiri. Keterlibatan tokoh dan elemen masyarakat sangat menentukan sukses tidaknya program yang akan dijalankan pemerintah. Contoh saja, untuk memerangi narkoba, maka saat pemuka agama seperti kiai, pendeta dan pastor. Mereka tentu bisa memberikan nasihat kepada umat melalui mimbar ceramah dan dakwah. Jika disentuh dari sisi religi, perang terhadap narkoba dan kejahatan lainnya, saya yakin bisa lebih optimal,” pungkas Gidot. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help