Diangkat Jadi Stafsus Presiden, Adita Irawati Beberkan soal Tugas-tugasnya
Tahun 2017, pemerintah sudah memulai peningkatan kualitas SDM kehumasan, yakni dengan merekrut tenaga profesional untuk membantu kerja kehumasan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Adita Irawati mendapat tugas yang tak mudah dari Presiden Joko Widodo.
Ia diminta memperbaiki kualitas sumber daya manusia pada humas kementerian dan lembaga sekaligus mensinergiskan satu sama lain agar seluruh pencapaian dapat tersampaikan ke masyarakat dengan baik.
"Public relation government sebenarnya sudah didelegasikan ke Kemenkominfo. Kami Stafsus Presiden lebih membuka jalan, reminder kementerian/lembaga agar lebih sinergis dan cepat merespons isu," ujar Adita saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Kamis (24/5/2018).
Dari sisi kualitas SDM, mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) itu mengakui, belum seluruhnya mumpuni.
Apalagi, kini komunikasi sudah berkembang pesat melalui saluran-saluran yang membutuhkan keahlian khusus.
Tahun 2017, pemerintah sudah memulai peningkatan kualitas SDM kehumasan, yakni dengan merekrut tenaga profesional untuk membantu kerja kehumasan.
Harapannya, mereka bisa mentransfer keahlian ke ASN yang berada di ruang lingkup kehumasan.
"Ini akan kita evaluasi terus menerus. Ini juga yang menjadi tugas kami bersama-sama kementerian dan lembaga untuk meningkatkan kompetensi. Karena ada beberapa kompetensi yang masih perlu diisi," ujar Adita.
Baca: Mengagumkan! Gagal Jadi PNS dan Tertipu Ratusan Juta, Wanita Cantik Ini Sukses Jadi Pengusaha
Baca: Terkuak Ada Cinta Segitiga, Ely Sugigi Ngaku Ikhlas Serahkan Calon Suami ke Anak
Hal lain yang akan disasar untuk diperbaiki, yakni soal birokrasi yang panjang sehingga membuat arus komunikasi ke publik tersumbat.
Soal ini, Adita sudah mengumpulkan eselon I beserta jajarannya, beberapa hari setelah dia resmi menjabat sebagai Stafsus Presiden.
Adita menyampaikan tips-tips kepada mereka agar informasi pencapaian kinerja tidak tersumbat pada hal-hal berbau birokratis.
"Memang ada pekerjaan rumah di saluran-saluran ini, soal sumbatan-sumbatan masih belum clear. Ini yang perlu kami bantu buka," ujar Adita.
Baca: GEGER, Bintang Sepakbola Brazil Ronaldinho Siap Poligami dengan Dua Pacarnya!
"Intinya, di era komunikasi yang sudah sangat terbuka, di era digital, komunikasi yang paling penting adalah bisa membangun narasi-narasi positif yang berbasis pada realita sebenarnya. Ini harus cepat. Karena kalau tidak, hoaks lah yang mengisi," lanjut dia.
Diketahui, Presiden Jokowi mengangkat empat staf khusus presiden baru, yakni Adita Irawati, Siti Ruhaini Dzuhayatin, Abdul Ghofarrozin dan Ahmad Erani Yustika.
Dengan pengangkatan empat staf khusus baru ini, maka jumlah staf khusus presiden menjadi sembilan orang. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diangkat Jadi Stafsus Presiden, Ini Tugas Adita Irawati..."