Bimbing Muallaf Jalankan Puasa Tanpa Memberatkan
Kebanyakan hampir rata-rata karena pernikahan karena, kedua, 20 persen karena mendapat hidayah
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Muallaf Kalbar, Muhammad Demanhuri, mengatakan dibulan Ramadan ini ia selalu menekankan agar para muallaf tidak merasa terbebani, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melaksanakan puasa Ramadan.
" Supaya mereka yakin melaksanakan dan tidak merasa berat karena baru memeluk Islam dengan memberi keringanan, hari pertama misalnya setengah hari dahulu. Besoknya hingga Ashar dan berikutnya baru full satu hari. Nah ini perlu bertahap, agar tak memberatkan," katanya, Rabu (23/5/2018).
(Baca: Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Tabrakan dengan Mobil di Sintang )
Ia mengatakan para muallaf ini biasanya datang langsung, untuk mengikuti bimbinganan mengenai iman dan tauhid.
Namun ia juga biasanya melakukan kunjungan ke desa-desa, dan jadwal rutin berkeliling ke kabupaten.
Demanhuri mengatakan ada beberapa faktor, seseorang memeluk Islam di Kalbar, pertama faktor pernikahan, kedua, karena mendapat hidayah dan ketiga, karena memperbandingkan.
"Kebanyakan hampir rata-rata karena pernikahan karena, kedua, 20 persen karena mendapat hidayah, 10 persen karena memperbandingkan," ujarnya.
Ia mengatakan belum lama ini ada sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) yang baru memeluk Islam,dari Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Kemudian 50 orang dari Kecamatan Menjalin, Landak.
Untuk frekuensi muallaf setiap tahunya masih banyak terjadi di Pontianak.
"Syarat utama jika ingin di muallaf kan jika ia masih anak-anak atau remaja, ia harus mendapat ijin dari orangtua," ungkapnya.