Oknum Guru Tersangka Ujaran Kebencian Berdomisili di Pontianak, Ketua RT Ungkap Hal Mengejutkan

Rumah cat krim itu berkondisi kosong. Sepertinya sudah lama tidak ditempati. Kendati menjelang sore, lampu terlihat menyala di teras rumah.

Oknum Guru Tersangka Ujaran Kebencian Berdomisili di Pontianak, Ketua RT Ungkap Hal Mengejutkan
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Tersangka penyebar ujaran kebencian via media sosial, FSA saat diperiksa di Mapolres Kayong Utara, Sukadana, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.OD, PONTIANAK – Tribun Pontianak mencoba menelusuri alamat identitas wanita berinisial FSA yang ditahan oleh Polda Kalbar karena menjadi tersangka penyebar ujaran kebencian via media sosial terkait ujaran kebencian terhadap pemerintah dan kepolisian pasca insiden ledakan bom di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018).

Di KTP, tertera alamat rumahnya di satu diantara komplek yang berada di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. Penomoran rumah di komplek ini terkesan semrawut dan tidak tertata dengan urut.

Saat melakukan penelusuran terhadap alamat yang tertera pada KTP yang bersangkutan, Tribun Pontianak kesulitan mencari alamat itu.

Baca: Polda Kalbar Pastikan Tersangka Ujaran Kebencian Ditahan

Saat masuk di komplek itu, terdapat berbagai cabang jalan berupa gang-gang kecil dari jalan utama. Terdapat beberapa nama jalur gang yang memiliki nama sama dengan alamat di KTP itu.

Di jalur pertama dengan nama yang sama terdapat rumah nomor E-25, namun itu sudah masuk kawasan di luar nama gang itu. Di jalur kedua, saat dimasuki tidak ada rumah nomor E-25.

Satu diantara rumah nomor E-25 berkondisi kosong di satu diantara komplek di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) sore.
Satu diantara rumah nomor E-25 berkondisi kosong di satu diantara komplek di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) sore. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO)

Sementara itu, di jalan utama terdapat satu rumah nomor E-25 di sebelah kanan.

Rumah cat krim itu berkondisi kosong. Sepertinya sudah lama tidak ditempati.

Kendati menjelang sore, lampu neon putih terlihat menyala di teras rumah.

Namun, belum bisa dipastikan apakah benar rumah itu merupakan kediaman FSA. 

Untuk mencari kebenaran alamat itu, Tribun mencoba berkomunikasi dengan para penduduk sekitar. Namun, tak satupun kenal dengan FSA.

Saat bertanya dengan Ketua RT setempat bernama yang berinisial P, ia juga mengatakan untuk bertanya pada masyarakat sekitar lainnya di alamat identitas. Sebab, ia tidak mengenalinya.  

Saat mencoba konfirmasi kepada anak Ketua RW setempat, anak Ketua RW setempat juga tidak pernah mengetahui FSA.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help