Orientasi Fungsionaris Golkar dan Peluang Caleg, Pengamat : Jadi Kompetisi Politik

Kontrak politik diinternal, sebuah komitmen yang dibangun agar seluruh kekuatan atau sumber daya yang dimiliki bekerja secara serius.

Orientasi Fungsionaris Golkar dan Peluang Caleg, Pengamat : Jadi Kompetisi Politik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Pengamat Politik Untan, Jumadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Jumadi mengatakan kontrak politik diinternal, sebuah komitmen yang dibangun agar seluruh kekuatan atau sumber daya yang dimiliki bekerja secara serius.

"Saya pikir di Kalbar Golkar masuk dalam tiga besar satu diantara kekuatan politik. Dan hal ini mesti diakui, namun dalam konteks ini untuk menghadapi Pileg maupun Pilpres serta Pilkada dalam jangka pendek ini, seluruh kader dan fungsionaris Golkar diharapkan untuk membangun solidaritas," ujarnya.

Komitmen itu yang dibangun, misalnya jika tak menyampai target yang bersangkutan harus mundur.

Semua memang harus melewati proses kompetisi, paling tidak dengan pengalaman yang dimiliki seperti Adrianus Asia Sidot, tokoh dalam komunitas Dayak, mantan Bupati juga menjadi modal sosial untuk membangun hubungan politik.

Baca: Motif Terduga Pelaku Bom Surabaya Terungkap! Suara Ledakan Kembali Terdengar

Tapi tentu, tidak cukup mengandalkan hal itu, semua harus bekerja dan berikhtiar secara politik, saya pikir hal tersebut pun jadi modal sosial kita untuk maju.

"Saya pikir di dapil 1 dan 2 cukup kompetitif, banyak tokoh senior maupun tokoh muda yang cukup dikenal, pileg kali ini saya pikir cukup kompetitif terlebih bersamaan dengan Pilpres, jadi ada efek ekor, dukungan terhadap pilpres ada efek ekor pada perolehan suara parpol dan menurut saya akan menarik," tuturnya.

Ia mrnambahkan politik inikan dinamis, tidak menutup kemungkinan tokoh pemuda baru yang cukup dikenal ada juga tokoh senior muncul, namun semua tentu harus melewati proses kompetisi politik. Saya pikir situasinya akan lebih dinamis dan persaingan akan lebih ketat.

"Ini kesempatan bagi siapapun yang maju kemudian tidak hanya berorientasi pada kekuasaan tetapi paling tidak bisa mengedukasi masyarakat Kalbar, tentu semua caleg diharapkan bisa mengusung program politik yang sesuai dengan harapan masyarakat, ketauladanan dalam persaingan politik menjadi penting menurut saya," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help