Dampak Penguatan Dolar Terhadap APBN serta Impor dan Ekspor, Ini Kata Michael Jeno

Melemahnya nilai tukar mata uang dunia terhadap dolar AS memberikan dampak terhadap banyak aspek.

Dampak Penguatan Dolar Terhadap APBN serta Impor dan Ekspor, Ini Kata Michael Jeno
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Melemahnya nilai tukar mata uang dunia terhadap dolar AS memberikan dampak terhadap banyak aspek. 

Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno menyebut nilai tukar mata uang dunia yang melemah terhadap dolar AS di khawatirkan mempengaruhi transfer daerah. 

Dampaknya terhadap APBN diakui Jeno sangat luar biasa dan jangan sampai mengurangi transfer dana desa. Sehingga harus dilakukan penyusunan APBN perubahan lantaran asumsi nilai tukar Rp13.400 per dolar.

"Implikasinya banyak, apabila dolar sudah Rp14 ribu mempengaruhi APBN. Karena asumsi dolar APBN kita Rp13.400, ada selisih cukup besar Rp 600 sehingga setelah reses kita akan memasuki masa sidang kemungkinan akan terjadi perubahan-perubahan dan memang harus ada hitung-hitungan karena dampaknya luar biasa terhadap APBN," ujarnya Rabu (9/5/2018) malam. 
 

Baca: Kuasa Hukum Akhirnya Beberkan Alasan Ibu Rizky Febian Gugat Cerai Sule

Penguatan dolar terhadap rupiah tidak hanya mempengaruhi APBN, namun juga terhadap impor. Dimana Jeno menyebut beberapa barang modal untuk produksi menggunakan dolar sehingga memberikan dampak terhadap proses produksi di perekonomian domestik. Jika disisi negatif penguatan dolar berpengaruh terhadap barang modal untuk produksi dalam negeri, sisi lain kata Jeno negara sedikit tertolong dengan merangkak naiknya beberapa komoditas andalan. 

"Kami di komisi XI akan menyusun kembali APBNP, kita berusaha jangan sampai transfer daerah dikurangi. Kedua jangan sampai dana desa dikurangi karena dana desa termasuk prioritas dari Jokowi. Jika dolar Rp14 ribu, APBN harus banyak berubah. Kemarin dalam jangka waktu berapa hari cadangan devisa juga banyak terkuras, kemarin dalam jangka waktu berapa hari sekian miliar dolar cadangan devisa terkuras untuk BI bisa menahan nilai tukar rupiah agar tidak semakin terpuruk," ujarnya.

Namun Jeno mengatakan tetap terjadi perubahan APBN dan diupayakan tidak terjadi pengurangan transfer ke daerah termasuk dana desa. Meskipun satu sisi Jeno mengatakan, negara sedikit tertolong dengan merangkak naiknya beberapa komoditas andalan seperti batu bara, CPO, sehingga memberikan dampak positif walaupun imbasnya ke impor Indonesia terhadap BBM. 

"Jadi ada plus minus, dari sisi komoditas menambah devisa negara sisi impor BBM memberikan dampak negatif karena penguatan dolar. Komisi XI saat berdiskusi menemukan jawaban mengapa komoditas utama walaupun ekspornya meningkat tetapi masih tidak bisa menyangga nilai tukar karena lalu lintas devisa kita tidak mewajibkan orang yang sudah ekspor dolarnya disimpan didalam negeri, itu jadi masalah," ujar Jeno. 

Komisi XI bersama Bank Indonesia kata Jeno sedang merancang bagaimana UU lalu lintas devisa kita diatur kembali. Perkebunan sawit misalnya setelah ekspor devisanya diparkir di Singapore. Walaupun di Kalbar kita produse  terbesar CPO dan menghasilkan dolar tetapi dolar tidak disimpan di Indonesia. Kondisinya saat ini saat pengusaha yang menyimpan cadangan devisanya di Singapore, Hongkong dan negara lainnya setelah ekspor tidak melanggar dengan regulasi saat ini. 

"Ini PR kami semua, di legislatif, pemerintah, BI agar bisa mengatur paling tidak selama jangka waktu tertentu supaya devisa disimpan didalam negeri. Cadangan devisa yang terjaga membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak semakin terpuruk akibat kondisi nasional," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help