Ramdani: Saatnya Ritel Tradisional dan Ritel Modern Tumbuh Berdampingan

Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FERRYANTO
Suasana Pembukaan Pelatihan Managemen Ritel Bagi pedagang Warung Tradisional UMKM,Dii Aula UPTD LLK UKM Kabupaten Mempawah. Senin (23/4/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Mempawah bekerja sama dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Managenen Ritel Bagi pedagang Warung Tradisional UMKM Kabupaten Mempawah, Senin (23/04/2018) pagi.

Kegiatan yang di laksanakan di Aula UPTD LLK UKM Kabupaten Mempawah ini juga di hadiri langsung oleh Plt Bupati Mempawah Gusti Ramlana dan Plt Kepala Disperindagnaker Kabupaten Mempawah.

Branch Manager Alfamart Pontianak, memalui Ani Ramdani selaku Coorporate Affair PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Pontianak mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern.

"Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi,"ungkapnya.

(Baca: Serem! Buaya Raksasa Berhasil Ditangkap Warga, Ada Yang Bilang Kembaran Manusia )

Dalam pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar, terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen.

"Contohnya dalam hal menata atau mendisplay barang dagangan. Mayoritas pemilik warung tak menerapkan kedaluwarsa yang dikenal dengan first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan," tuturnya.

(Baca: Tenaga Baru Pontianak Sukses Lampui Target di Srikandi Cup )

Dalam pelatihan tersebut pun peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar menarik konsumen.

“Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales atau kehilangan potensi penjualan” jelas nya.

Dirinya juga mengatakan, bahwa Pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap bulan, secara bergantian di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.

Iapun berharap, setelah pelatihan ini, pelaku usaha UMKM yang ada di Kabupaten Mempawah dapat menjalankan usaha lebih baik dan berkembang, dan mampu bersaing, sehingga mampu membantu meningkatkan perekonomian di masyarakat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved