Mempawah Wakili Kalbar di Even Budaya Nasional, Robo-robo Jadi Andalan
Pihaknya pun telah mengumpulkan beberapa sanggar budaya yang ada di Kabupaten Mempawah sekaligus, untuk mengikuti event nasional ini.
Penulis: Ferryanto | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dalam rangka ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah yang ke 43, Dinas Pendidikan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Pawai Budaya Nusantara yang akan dilaksanakan di Kuncungan Sasono Utomo dan Tugu Api Taman Mini Indonesia Indah, pada minggu, 15 april 2018 lalu.
Ivent Budaya Nasional, yang di selenggarakan oleh Badan Pengelola dan Pengembangan Taman Mini Indonesia Indah ini, bertemakan Taman Mini "Indonesia Indah" Wajah Budaya Indonesia, Serta Bertajuk Gebyar Pesta Budaya Nusantara.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, Firman Juli Purnama, saat di Temui Tribun di kantornya mengatakan bahwa bahwa Budaya adalah Roh dan Nafas dari Pendidikan sehingga ia sangat bersyukur Kabupaten Mempawah dapat mewakili Kalbar di kancah Nasioanal. Selasa (17/04/2018).
Baca: Dipenuhi Rasa Haru, Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Gelar Perpisahan hingga Rencana Kedepan
Pihaknya pun telah mengumpulkan beberapa sanggar budaya yang ada di Kabupaten Mempawah sekaligus, untuk mengikuti event nasional ini.
"Kita ambil dari berbagai sanggar yang ada di Kabupaten Mempawah, hal ini kita lakukan sekaligus untuk memotivasi Sanggar ini,"ungkapnya.
Sanggar Patih Gumantar, Sanggar Pinang Sekayu, Setasik, Sanggar Pulau Teratai, dan Sanggar Jonggan yang ada di Toho, dan Sanggar Bukit Raya adalah sanggar yang berasal dari Kabupaten Mempawah yang telah terpilih untuk mewakili Kabupaten Mempawah dalam ivent ini.
Pada ivent kali ini, Firman mengatakan bahwa pihaknya menampilkan Tarian Robo Robo, yakni Tarian yang menceritakan tentang suka cita masyarakat Mempawah, dalam menyambut kedatangan Opu Daeng Menambon ke Kuala Mempawah.
"Tarian ini juga menceritakan keragaman suku, tanpa membedakan satu sama lainya, yaitu suku tionghoa, dayak dan melayu,"ungkap Firman.
Baca: Parah! Pria di Mempawah Ini Nekat Rampas Perhiasan Bocah Demi Beli Sabu
Firman menjelaskan bahwa, tiap - tiap sanggar yang mengikuti ivent ini memiliki perannya masing - masing.
"Penata tari dan penata kostum itu oleh Deki Prasetya Ardiansyah dari Sanggar Patih Gumantar, Penata Musik nya oleh Surya Winata, dan untuk Artistik oleh Sanggar 0inang Sekayu,"jelasnya.
Firman berharap, dengan mengikuti Ivent budaya nasional ini, Kabupaten Mempawah dapat lebih di kenal oleh masyarakat ramai.
"Dimana si Mempawah ini, apa si Budayanya, dengan hal ini, kami sekaligus melakukan promosi terhadap Mempawah ini di kancah Nasional, dengan harapan masyarakat Indonesia dapat tau, dan tertarik berkunjung ke Mempawah," harapnya.