Menghilang Selama 2 Hari, Pria di Landak Ini Ditemukan Tergeletak Berdarah

Kuat dugaan Rudih terjatuh dari pohon, karena mengalami luka memar dibagian kepala sampai mengeluarkan darah.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Proses evakusi Rudih (39) warga Sebangki, korban diduga terjatuh dari pohon oleh anggota Polsek Sebangki, tim medis Puskesmas Sebangki, dan warga pada Selasa (27/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Rudih (39) warga Desa Dusun Sebangki, Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki, sempat dikabarkan hilang, pasalnya sejak pergi dari rumah tidak pulang-pulang selama dua hari hingga Selasa (27/3/2018).

Diketahui, Rudih pamit dari rumah untuk mencari bahan baku pembuatan gula aren.

Baca: Ombudsman Kalbar Hadir di Landak Selama Dua Hari, Berikut Agendanya

Selanjutnya warga melakukan pencarian di hutan, hingga akhirnya ditemukan sudah tergeletak di bawah pohon dan dengan keadaan tidak sadarkan diri

Kuat dugaan Rudih terjatuh dari pohon, karena mengalami luka memar dibagian kepala sampai mengeluarkan darah.

Baca: Benarkan Ghea Idol Pulang Kampung, Ini Kata Sang Ibunda

Terkena benda tumpul disekitar lokasi kejadian.

Kemudian warga mengevakuasi dengan membawa Rudih ke pemukiman warga yang terdekat menggunakan tandu.

Melaporkan penemuan dan kejadian tersebut ke pihak Polsek Sebangki dan Puskesmas Sebangki.

Korban selanjutnya dibawa dengan menggunakan mobil ambulan menuju ke Puskesmas Sebangki. Pada saat evakuasi korban ke Puskesmas, tim medis Puskesmas, Polsek dan warga masyarakat berkolaborasi sehingga memudahkan proses evakuasi.

"Kita ucapkan terimakasih kepda masyarakat, sehingga korban dapat segera dengan cepat dibawa dan dilakukan pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas Sebangki," ujar Kapolsek Sebangki AKP Wahyono.

Dijelaskan Kapolsek, dalam evakuasi tersebut anggota Polsek Sebangki Bripka Tahta Herverisis Deo bertindak selaku driver dari mobil ambulan untuk menjemput korban.

Dalam hal ini pihak Polsek selalu siap untuk membantu masyarakat.

"Kita selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam, setiap ada kegiatan atau kejadian, terutama yang piket. Pada saat itu harus monitor, dan segera menuju lokasi kejadian terlebih dahulu," katanya.

Namun sangat disayangkan, setelah mendapat perwatan medis di Puskesmas Sebangki, korban dinyatakan kritis.

"Sehingga harus dirujuk ke Pontianak, dibawa ke RS Sultan Syarief Abdurrahman," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved