Masyarakat Kabupaten Mempawah Resah Beredar Kabar Telur Palsu

Dirinya pun merasa tak masuk akal dengan beredarnya berita mengenai tersebarnya telur palsu di masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Mempawah Resah Beredar Kabar Telur Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Irlias, seorang pedagang di Pasar Tradisional Sebukit Lama. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Isu mengenai telur palsu telah merambah hingga ke berbagai daerah, serta beredarnya video didunia maya mengenai pembuatan telur palsu yang beredar pun semakin mambuat resah sebagian masyarakat.

Tak terkecuali masyarakat Kabupaten Mempawah, Irlias seoarang pedagang di pasar tradisional Sebukit Lama mengatakan, hingga kini dirinya belum menemui kasus telur palsu di sekitarnya.

Baca: Pemilik Akun yang Unggah Video Telur Palsu Minta Maaf, Tapi Ada yang Aneh!

Baca: Ini Nama-nama Juara di Lomba Bercerita se-Kabupaten Mempawah

“Kami belum pernah menjumpai telur palsu ini, Sebagai pedagang kami cukup resah,kami pun menghimbau kalaupun ni hoaks, tolonglah cepat di tindak,”harapnya

Dirinya pun merasa tak masuk akal dengan beredarnya berita mengenai tersebarnya telur palsu di masyarakat.

“Kalau secara logika, inikan tidak mungkin aga susah lah kalau secara Logika, harga satu telur 1500, terus kalau mereka mau bikin kan pasti lebih mahal biayanya,”ungkapnya.

Anton, seoarang pelajar yang bersekolah di SMA 2 Negeri Kabupaten Mempawah, yang berasal dari KEcamatan Sadaniang mengatakan bahawa ia tidak mempercayai akan adanya berita menegenai tentang telur palsu yang telah beredar di Masyarakat.

Baca: Tak Disangka, Hisyam yang Pendiam berhasil Menjadi Pemenang Lomba Bercerita!

“saya kan disini mengekos, tapi biar hemat saya memang masak sendiri, dan untuk telur itu, hampir setiap hari saya goreng telur, dan tidak pernah sekalipun saya mendapatkan telur yang palsu, seperti kabar yang beredar di masyarakat, saya si berharap ini semua nya berita hoaks,”paparnya.

Sri, seoarang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Daeng Manambon, di Kelurahan tengah juga mengatkan hal sama seperti yang di ungkapkan Anton.

“saya dari dulu, sampai sekarang belum dapat si telur palsu itu yang macam mane, kalau telur sejuk saya tau, kalau orang sini bilang kan telur sejuk tu telur yang udah lama, jadi ndak terlalu bagus, digoreng atau dibikin kuepun emang ndak terlalu nyaman,semuge jak lah berita ini ndak benar,”ungkapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved