Jamin Mutu Pendidik, LPMP Kalbar Gelar Bimtek Kurikulum 2013

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalbar menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi instruktur Kurikulum 2013

Tayang:
Penulis: Ishak | Editor: Madrosid
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Pembukaan Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 LPMP Kalbar Tahun 2018 di Pontianak, Senin (19/3/2018). 

Citizen Reporter
E Lestari 
Widyaiswara LPMP Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalbar menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi instruktur Kurikulum 2013 tingkat kabupaten/kota jenjang SD dan SMP di Pontianak, Senin (19/3/2018).

Kepala LPMP Kalbar Suhartono Arham mengungkapkan peserta instruktur yang dilatih bisa menjadi model untuk guru-guru di sekolah sasaran pada daerahnya masing-masing.

Lebih lanjut Suhartono Arham mengemukakan bahwa LPMP Kalbar hanya menyiapkan instruktur kabupaten/kota, sedangkan pelaksanaan pelatihan pada guru sasaran di daerah dilakukan oleh Dirjen GTK dan P4TK.

LPMP Kalbar bertugas lagi dalam pendampingan untuk penjaminan mutu pendidik.

Baca: Sampai Berapa Usiamu? Segini Lho Prediksi Umur Kamu Kalau Tinggal di Kota Pontianak

Pelatihan ini berlangsung sejak tanggal 19 sampai 21 Maret 2018 dengan peserta guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Budaya, PPKn, dan Olahraga yang berasal dari Kubu Raya, Bengkayang, Ketapang, Kapuas Hulu, dan Kayung Utara.

Suhartono Arham berharap agar peserta memahami perbedaan materi tahun lalu dengan tahun ini terutama dengan adanya Perpres Nomor 87 Tahun 2017.

Kasi Fasilitasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Kalbar Iwan Kurniawan mengatakan bahwa pelatihan ini sifatnya untuk penyegaran agar nanti dalam pelaksanaan pendampingan pada guru di sekolah lebih berkualitas.

Peserta bimbingan teknis dan pendampingan guru-guru yang sudah ditunjuk harus mempersiapkan mental agar mampu menyampaikan materi di daerah masing-masing dan mampu menggunakan teknologi informasi (TI) serta menguasai semua materi bimtek dengan baik.

Baca: Zaskia Adya Mecca Ungkap Hasil Kontrol Dokter Soal Kehamilan

“Peserta dituntut mampu menggunakan IT dan memahami materi baru tentang penyusunan soal USBN dan pengintegrasian PPK serta literasi dalam pembelajaran dan penilaian. Oleh karena itu, setelah selesai bimtek peserta harus mampu membimbing guru di sekolah sasaran dan dapat mengimplementasikan K-13 di sekolah masing-masing,” tegas Iwan Kurniawan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved