Bupati Atbah Harapkan Warga Sambas Berperadaban Serambi Mekkah

Mereka memiliki peradaban tinggi, budaya antre yang baik, toleransi yang sangat tinggi,

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Tito Ramadhani
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili berharap, masyarakat Sambas semakin cerdas dan semakin dewasa serta semakin memiliki peradaban yang tinggi dalam menjaga dan merawat fasilitas umum di Sambas.

Satu di antara fasilitas umum yang kini telah hadir di Sambas, yakni Taman Lunggi Sambas.

"Peradaban yang tinggi itu bisa kita lihat dari bagaimana negara tetangga Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura, bagaimana negara-negara maju dengan kemajuannya," ungkapnya, Senin (26/2/2018).

Lanjut Atbah, bukan saja maju dalam bidang pembangunan fisiknya, tetapi juga maju dalam bidang peradabannya.

"Mereka memiliki peradaban tinggi, budaya antre yang baik, toleransi yang sangat tinggi, bidaya menjaga kebersihan yang sangat luar biasa dengan membuang sampah pada tempatnya, serta budaya menjaga kepentingan-kepentingan umum yang luar biasa, maupun budaya tidak merokok di sembarang tempat, ini mereka sangat luar biasa," jelasnya.

Menurut Atbah, sudah saatnya kita semua harus memulai sejak dini budaya positif dalam berkehidupan, untuk membangun peradaban yang lebih baik.

(Baca: Mahmudah Pimpin Rapat Perencanaan Pembangunan Kota Pontianak 2019 )

"Saya pikir ini harus kita mulai, sehingga ada budaya malu membuang sampah sembarangan. Kemudian malu mencium bau-bau tidak sedap di wilayah-wilayah umum. Bahkan kalau di Singapura itu sampai meludah tidak boleh di sembarang tempat. Itu kan peradaban yang tinggi sekali," terangnya.

Terlebih menurut Atbah, Kabupaten Sambas sudah sejak lama dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Oleh karenanya, ia berharap agar warga Kabupaten Sambas harus memiliki peradaban-peradaban yang mencerminkan Serambi Mekkah.

"Serambi Mekkah itu artinya paling tidak peradaban islam itu tinggi. Misalnya seperti bersih itu sebagian dari pada iman. Kita yang harus memulai, kita yang harus menjadi model membudayakan kebersihan. Kita yang harus menampakkan kebersihan sesungguhnya. Karena kita punya keyakinan, bersih dan rapi itu sebagian dari iman. Kemudian, rasa malu adalah bagian dari iman," sambungnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved