Warga Bonti Serahkan 10 Senpi Jenis Lantak

penyerahan senjata api milik warga tersebut selain sebagai bentuk sosialisasi akan bahaya bahan peledak juga melanggar hukum yang berlaku.

Warga Bonti Serahkan 10 Senpi Jenis Lantak
ISTIMEWA
Kapolsek Bonti Ipda Rahmad Kartono saat menerima senpi rakitan dari warga dusun Darok di aula Mapolsek Bonti, Rabu (14/2). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Warga Dusun Darok, Desa Bantai, Kecamatan Bonti, Sanggau menyerahkan 10 pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis lantak secara suka rela kepada Polsek Bonti.

Penyerahan dilakukan langsung kepala suku Dusun Darok, Matius Ligan kepada Kapolsek Bonti, Ipda Rahmad Kartono di aula Mapolsek Bonti, Rabu (14/2).

Penyerahan disaksikan Muspika Kecamatan Bonti. Kapolsek Bonti, Ipda Rahmad Kartono berharap agar masyarakat tidak menggunakan, menyimpan apalagi sampai memproduksi senjata api rakitan.

“Karena dapat dituntut sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia, yaitu Undang-undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, ” tegasnya, Kamis (15/2).

(Baca: Kapolsek Sungai Raya Tinjau Pos Lokasi Kebakaran )

Kapolsek menegaskan, sanksi hukum bagi kepemilikan senjata api illegal, berdasarkan undang–undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api illegal, ancaman hukuman barang siapa tanpa hak, membuat, menyimpan, menggunakan senjata api tanpa izin dari Polri  diancam dengan hukuman mati atau penjara Selama 20 tahun.

Kapolsek menambahkan, penyerahan senjata api milik warga tersebut selain sebagai bentuk sosialisasi akan bahaya bahan peledak juga melanggar hukum yang berlaku.

“Ada 10 pucuk senjata api jenis lantak yang di serahkan warga ke Polsek Bonti, ini merupakan kerja sama yang baik untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, ” ujarnya.

“Menjelang kegiatan pilkada tahun 2018 di wilayah Kabupaten Sanggau, dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta kami imbau bagi masyarakat yang masih menyimpan senjata api tanpa ijin untuk segera menyerahkan kepada aparat Kepolisian,” tambahnya.

Bagi yang masih memiliki dan menyimpan senjata api rakitan, Kapolsek meminta agar segera menyerahkanya. Ia juga menjamin penyerahan senjata api secara sukarela, tidak akan diproses secara hukum.

Sementara itu, tokoh pemuda Sanggau, Abang Indra berharap, apabila masih ada masyarakat yang menyimpan senjata api rakitan sebaiknya diserahkan ke aparat penegak hukum.

“Hal itu dilakukan untuk keselamatan kita dan keluarga juga. Maka dari itu, sebaiknya harus diserahkan ke aparat keamanan. Terlebih ancaman hukumanya juga sudah jelas bagi yang melanggar, ” tegasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved