Kapolsek Meranti Datangi Lokasi PETI, Ini Yang Dilakukannya

Setelah tiba di lokasi, rombongan Kapolsek langsung meminta oknum masyarakat yang sedang beraktifitas PETI untuk menghentikan kegiatannya.

Kapolsek Meranti Datangi Lokasi PETI, Ini Yang Dilakukannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Polsek Meranti saat memberikan himbauan kepada pekerja PETI untuk menghentikan aktifitasnya di Dusun Peluntan, Desa Meranti pada Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolsek Meranti Ipda Asep Tabroni bersama dengan anggotanya dan warga masyarakat anti Penambang Emas Tanpa Iijin (PETI), serta staf Kecamatan Meranti mendatanggi lokasi PETI di Dusun Peluntan, Desa Maranti pada Kamis (15/2/2018).

Setelah tiba di lokasi, rombongan Kapolsek langsung meminta oknum masyarakat yang sedang beraktifitas PETI untuk menghentikan kegiatannya.

"Kita datang ke lokasi berdasarkan laporan masyarakat yang merasa dirugikan," ujar Kapolsek.

Baca: Polres Landak Gelar Simulasi Pengamanan Pilgub Kalbar

Disampaikan Kapolsek, dari aktifitas PETI tersebut mencemari air sungai yang digunakan oleh sebagian warga Dusun Peluntan.

Sehingga tanpa menunggu waktu lama, pihaknya langsung menindak lanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi PETI.

"Saat itu kita datang bersama dengan pelapor, pengurus Adat Dusun Peluntan Ma'en, dan staf Kecamatan Meranti. Perjalanan ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, selanjutnya berjalan kaki sekitar setengah jam melalui sawah, kebun karet dan ladang," cerita Asep.

Baca: Polres Landak Siap Amankan Imlek

Kemudian sesampai di TKP, ditemukan satu unit mesin dompeng dan perlengkapan lain serta delapan orang pekerja PETI yang sedang istirahat.

"Langsung kita kumpulkan para pekerja, dan meminta untuk menghentikan pekerjaannya," terang Kapolsek.

Selain itu diminta untuk segera membongkar peralatan dompeng.

"Awalnya para pekerja menolak, namun setelah diberi pemahaman akhirnya para pekerja menghentikan pekerjannya. Membongkar peralatan dompeng, mengeluarkannya dari lokasi pertambangan," ungkapnya.

Setelah para pekerja selesai membongkar peralatannya, kemudian Kapolsek Meranti bersama dengan staf Kecamatan Meranti memberikan himbauan. Agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Ini peringatan pertama dan terakhir, saya minta ke depan tidak ada lagi warga yang melakukan kegiatan PETI. Karena selain melanggar hukum, kegiatan PETI merusak lingkungan dan merugikan orang lain." tegasnya.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved