Sopir Bus Mangkir, Mediasi dengan Perwakilan Bintang Jaya Express Ditunda

Rustam dan Bagus pun yang melakukan penuntutan terhadap pihak Bus Bintang Jaya Express terkait hal tersebut.

Sopir Bus Mangkir, Mediasi dengan Perwakilan Bintang Jaya Express Ditunda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ferryanto
Kanit Binmas Polsek Sungai Ambawang Ipda Surojo saat bersama Perwakilan Perusahaan Bintang Jaya Express Eddy Hudiono, di Polsel Sungai Ambawang, Kota Pontianak, Selasa (13/2/2018) pagi.   --  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.KUBURAYA - Mediasi ke 3 antra 2 Mantan sopir Bus Bintang Jaya Ekspress yang di pecat oleh perusahaan dan perwakilan Perusahaan Bus Bintang Jaya di tunda, Selasa (13/02/2018) pagi.

Pihak Supir atas nama Rustam Iswanto (37) dan Bagus Siarto (40) yang di pecat oleh Perusahaan Bus Bintang Jaya Express yang berada di Malaysia karena di anggap oleh pihak perusahaan telah melanggar aturan karena mengangkut penumpang dijalan tanpa ada tiket resmi, kemudian pihak perusahaan di anggap oleh Rustam dan Bagus melakukan pemecatan secara sepihak.

Rustam dan Bagus pun yang melakukan penuntutan terhadap pihak Bus Bintang Jaya Express terkait hal tersebut.

(Baca: Ini Ungkapan para Paslon Sesuai dengan Nomor Urut  )

Polsek Sungai Ambawang  sebagai penengah mediasi antara pihak supir dan perwakilan perusahaan mengatakan bahwa ini merupakan mediasi ketiga.

Setelah sebelumnya telah di laksanakan mediasi sebanyak dua kali di Polsek Sungai Ambawang antara kedua belah pihak, namun masih belum di temukan kepuasan keputusan antara kedua belak pihak.

Dimediasi ketiga ini pihak perwakilan perusahaan transportasi Bintang Jaya Ekspres yang diwakilkan oleh Eddy Hudiono telah hadir terlebih dahulu di Polsek Sungai Ambawang sejak pukul 09.00 WIB.

Namun, hingga pukul 10.00 WIB, pihak supir yang melakukan tuntutan terhadap Bintang Jaya Ekspres tidak hadir juga, sehingga pihak Kepolisian Polsek Sungai Ambawang pun memutuskan untuk menunda mediasi.

Kanit Binmas Polsek Sungai Ambawang Ipda Surojo mengatakan pihaknya selalu terbuka  menjadi penengah untuk melakukan mediasi.

"Kami berdiri ditengah - tengah dan tidak memihak di pihak siapapun, kami selalu terbuka untuk melakukan mediasi,"ungkapnya.

Pihak perwakilan perusahaan yang di wakilkan oleh Eddy Hudiono pun mengatakan bahwa pihaknya akan siap dan mengikuti aturan bila diminta untuk hadir dalam mediasi yang di lakukan oleh pihak kepolisian.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved