TribunPontianak/

Jaksa Kejari Sambas Akan Sapa Pendengar RRI di Wilayah Perbatasan

Kejari Sambas menjalin kerjasama di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Diskominfo Kabupaten Sambas.

Jaksa Kejari Sambas Akan Sapa Pendengar RRI di Wilayah Perbatasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Kajari Sambas menandatangani nota kesepahaman dengan Diskominfo Sambas, disaksikan Bupati Sambas saat launching perdana program siaran Jaksa Menyapa di SP RRI Sambas, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas menjalin kerjasama di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas.

Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditujukan untuk pelayanan informasi publik, dengan program dialog interaktif "Jaksa Menyapa" yang disiarkan di Stasiun Produksi (SP) RRI Kabupaten Sambas pada frekuensi 97.7 FM.

Selaku media diseminasi informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas, program ini akan disiarkan sebulan sekali setiap hari Senin, pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, dengan narasumber jaksa-jaksa dari Kejari Sambas.

Kepala Kejari Sambas, Muhammad Kandi mengungkapkan, tujuan dari nota kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan informasi dari institusi kejaksaan sebagai aparat penegak hukum, dan memberikan kesadaran hukum bagi kalangan masyarakat, serta menginformasikan kegiatan tugas dan fungsi kejaksaan.

"Dan yang sangat penting dengan adanya siaran ini, diharapkan dapat menjadikan wadah penyampaian informasi yang akurat dan benar kepada masyarakat pendengar siaran radio di Stasiun Produksi RRI Kabupaten Sambas pada frekuensi 97.7 FM," ungkapnya saat launching perdana program siaran radio Jaksa Menyapa di SP RRI Sambas, Rabu (7/1/2018).

Kandi menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman antara Diskominfo Sambas dengan Kejari Sambas ini, membuktikan adanya kesamaan semangat kesungguhan dan kesamaan persepsi dalam bekerjasama dan bersinergi, untuk menyediakan akses pelayanan bagi publik, sebagai bentuk upaya pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh informasi lebih mudah, terbuka dan lebih luas untuk mendukung program-program pemerintah di segala bidang.

"Program Jaksa Menyapa merupakan program yang memberikan penerangan dan pengetahuan hukum, kepada masyarakat dalam bentuk dialog interaktif," jelasnya.

Dikutip oleh Kajari Sambas, Jaksa Agung RI HM Prasetyo menjelaskan, tujuan program Jaksa Menyapa ini untuk menciptakan transparansi antara masyarakat dengan kejaksaan melalui dialog interaktif, yang bisa didengarkan oleh seluruh masyarakat.

"Kemudian menghilangkan imej Jaksa yang negatif atau menyanggah stigma yang ada di masyarakat selama ini, bahwa Jaksa itu arogan. Selain itu, tujuannya untuk mengetahui permasalahan yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Program Jaksa Menyapa ini diharapkan, dapat menjadi wadah penyampaian informasi yang akurat dan benar kepada masyarakat pendengar siaran di Stasiun Produksi RRI Kabupaten Sambas pada frekuensi radio 97.7 FM.

Visi misi kerjasama Kejari Sambas dan Stasiun Produksi RRI Sambas, menurut Kandi yakni menyatu untuk memberikan informasi penegakan hukum kepada masyarakat dan peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik, akan menjangkau masyarakat terpencil.

"Sehingga pendengar akan menerima informasi dari seluruh Jaksa di Kejari Sambas, dalam bekerjasama dan bersinergi untuk menyediakan akses pelayanan bagi publik, sebagai bentuk upaya pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh informasi lebih mudah, terbuka dan lebih luas, untuk mendukung program-program Pemkab Sambas di segala bidang," sambungnya.

Hadir dalam launching program siaran Jaksa Menyapa, di antaranya Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bersama seluruh kepala OPD Pemkab Sambas. Kasat Binmas Polres Sambas, AKP Abdul Muthalib dan jajaran Stasiun Produksi RRI Sambas.

Stasiun Produksi RRI Sambas merupakan satu di antara lembaga penyiaran publik yang menyampaikan informasi bagi warga perbatasan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di perbatasan Kabupaten Sambas, Kalbar, Republik Indonesia-Malaysia.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help