Citizen Reporter

Seluruh Keluarga Besar Lanud HAD Ikuti Penyuluhan dan Vaksin Difteri

Kalau sudah terkena difteri itu tentunya bukan diberikan vaksin, namun diberikan perawatan dan pengobatan khusus dari rumah sakit yang memadai

Seluruh Keluarga Besar Lanud HAD Ikuti Penyuluhan dan Vaksin Difteri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISTIMEWA
Vaksin dan Penyuluhan tentang penyakit Difteri bertempat di Balai Prajurit Lanud HAD, Jumat (12/1/2018) pagi. Kegiatan ini merupakan kerjasama Satuan Kesehatan Lanud Harry Hadisoemantri (HAD) dengan Puskemas Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. 

Citizen Reporter 
Kapen Lanud Harry Hadisoemantri (HAD), Letda Sus Semadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Satuan Kesehatan Lanud Harry Hadisoemantri (HAD) bekerja sama dengan Puskemas Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang mengadakan Vaksin dan Penyuluhan tentang penyakit Difteri bertempat di Balai Prajurit Lanud HAD, Jumat (12/1/2018) pagi. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kadislog Lanud HAD Mayor Kal Tri Nur Addin,  Kadisops Kapten Lek Joko Suwanto, Kadispers Kapten Adm Yasser Arafat, Dansatpom Lettu Pom Fajar Kurniawan, dr. Indra Wijaya dan 5 orang perawat serta seluruh anggota Lanud HAD seluruh anggota dan keluarga. 

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan,  mulut, mata, bibir, pusar bahkan kelamin serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.
     
Komandan Lanud Harry Hadisoemantri Letkol Pnb Erick Rofiq Nurdin yang diwakili oleh Kadislog Mayor Kal Tri Nur Addin mengatakan dengan kejadian luar biasa (KLB) ini, bagaimana kita harus menyikapi dan lakukan untuk mengantisipasi bakteri Difteri

(Baca: Pos SAR Sintete Siaga 24 Jam Antisipasi Meningkatnya Curah Hujan )

"Supaya kita terhindar dari resiko terkena serangan tersebut. Saya berharap kegiatan ini, agar seluruh anggota dan keluarga dapat memperhatikan dan mendengarkan ceramah tentang penyakit difteri semoga dapat memberikan pegetahuan yang bermanfaat bagi kita semua," harapnya.

Sementara itu, dr. Indra Wijaya mengatakan, pencegahannya adalah dengan vaksin atau imunisasi. Sebab kalau melakukan awal vaksin bakteri difteri bisa ditekan sampai 90 persen, jadi resiko terkena difteri menjadi sangat kecil dan ini sangat efektif.

"Kalau sudah terkena difteri itu tentunya bukan diberikan vaksin, namun diberikan perawatan dan pengobatan khusus dari rumah sakit yang memadai. Perawatan khusus diruang isolasi, diberikan obat dan dipantau secara ketat, karena bakteri difteri sangat berbahaya bisa menyebabkan kegagalan pernafasan bahkan kematian," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help