Panwaslu Sambas Antisipasi Pelanggaran Alat Peraga Kampanye
Menurut Mahrus, dari pengalaman penyelenggaraan pemilihan sebelumnya, akan muncul beberapa potensi pelanggaran.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Panwaslu Kabupaten Sambas, Mahrus mengungkapkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai persiapan untuk mengawal pelaksanaan proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di wilayah Kabupaten Sambas.
"Kami dari Panwaslu Kabupaten Sambas siap melaksanakan amanah Undang-undang No 10 tahun 2016 dan juga arahan-arahan dari Bawaslu Provinsi Kalbar. Kami juga telah menyiapkan jajaran kami yang ada di Panwas di tingkat kecamatan," ungkapnya usai mengikuti apel gelar pasukan Ops Pol Mantap Praja Kapuas 2018 di Mapolres Sambas, Jumat (5/1/2017).
Baca: Ini Poin yang Ditekankan Kapolres Sambas Dalam Pengamanan Pilgub 2018
Tak hanya itu saja, menurut Mahrus untuk melaksanakan pengawasan secara luas, Panwaslu Kabupaten Sambas saat ini telah melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya dalam beberapa waktu terakhir Panwaslu Kabupaten Sambas telah melakukan rekrutmen petugas lapangan.
"Kemudian kami juga telah mengadakan rekrutmen pengawas lapangan atau pengawas di desa. Sekarang dalam proses pengumuman hasil penyeleksian administrasi, serta menunggu tanggapan dari masyarakat. Nanti tanggal 8 atau 9 Januari 2018 tes wawancara,"jelasnya.
Baca: Kapolres Sambas Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Pol Mantap Praja Kapuas 2018
Menurut Mahrus, dari pengalaman penyelenggaraan pemilihan sebelumnya, akan muncul beberapa potensi pelanggaran.
"Pada umumnya seperti yang lalu-lalu, akan muncul pelanggaran, di antaranya pada Alat Peraga Kampanye (APK) seperti baliho dan lainnya, tapi rata-rata itu APK yang bermasalah. Kemudian, sesuai dengan Undang-undang kami mengutamakan pencegahan. Apabila sosialisasi-sosialisasi yang kami lakukan masih juga terjadi pelanggaran, maka akan kami tindak secara tegas," terangnya.
Sebelum pihaknya melakukan tindakan tegas, pihaknya terlebih dahulu menggelar berbagai sosialisasi untuk pencegahan pelanggaran.
"Kami juga akan memberikan perhatian pada saat memasuki masa kampanye. Karena ini juga merupakan periode yang riskan munculnya pelanggaran, karena pengumpulan massa pendukung,"ujarnya.
Kemudian pada tahapan lainnya, yakni pada saat pemungutan dan penghitungan suara.
"Pada masa pemungutan suara dan pada masa penghitungan suara, karena tahapan ini sangat menentukan. Satu suara saja sangat berpengaruh bagi kemenangan kontestan pilgub Kalbar, satu suara sangat menentukan. Lalu kemudian pada masa rekapitulasi, baik di tingkat desa, kecamatan hingga di tingkat kabupaten," sambungnya.