Waduh! Tak Punya Uang Bayar Ambulans, Jenazah Istri Sempat Tertahan di RSUD Landak

Warga Kesulitan Bayar Biaya Ambulance RSUD Untuk Bawa Jenazah.........................

Waduh! Tak Punya Uang Bayar Ambulans, Jenazah Istri Sempat Tertahan di RSUD Landak
Blog ambulancespace
Mobil Ambulance 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Warga Desa Parek, khususnya keluarga Esiantus yang istrinya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak, kebingungan membawa jenazah istrinya pulang ke rumah karena tidak ada biaya.

Pasalnya, mobil ambulans yang tersedia di RSUD Landak diperuntukkan untuk rujukan.

"Istri saya meninggal jam 1 malam, saya tanya ke pihak rumah sakit mau minta ambulance membawa. Mereka bilang ambulans untuk membawa pasien rujukan," jelasnya.

Setelah itu, Esiantus merasa binggung untuk membawa jenazah sang istri ke rumah.

Ingin mencari ambulance dari luar tapi tidak memiliki biaya.

Kemudian dirinya menghubungi keluarga dan Kepal Desa untuk mencari solusi.

"Saya hanya pasrah sekarang ini, bingung mau bagaimana. Benar-benar tidak ada biaya mau bawa pulang ke kampung," ucapnya.

Setelah bernegosiasi dengan pihak rumah sakit pada pagi hari, akhirnya jenazah istri Esiantus dibawa pulang dengan biaya ambulans sebesar Rp 1,5 juta, didapat dari keluarga dan Kades Parek.

"Waktu masih sakit, saya sudah menjenguk yang bersangkutan. Tiba-tiba tadi pagi ditelepon kalau sudah meninggal, mereka bingung mau bawa pulang karena tidak ada uang untuk bayar ambulance," terang Kades Parek Lorensius di RSUD.

Halaman
123
Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help