Problem dan Solusi Bandara Supadio

Selain itu disarankan penertiban bangunan sepanjang aliran sungai/parit menuju Sungai Kapuas.

Problem dan Solusi Bandara Supadio
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Aksi prajurit Lanud Supadio membantu pihak Bandara Internasional Supadio melaksanakan pembenahan landasan dari dari genangan air menggunakan tanggul dari pasir dalm karung, Senin (13/11/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertama kalinya dalam sejarah, Bandara Internasional Supadio di Pontianak ditutup total  pada Minggu (12/11). Hujan lebat ditambah pasang air laut mengakibatkan saluran air di sekitar landasan pacu atau runway bandara tidak mampu menampung aliran air, menyebabkan runway tergenang air sekitar 1-1,5 cm.

Akibatnya 90 flight dari dan tujuan Bandara Supadio terpaksa dibatalkan, sebanyak 8.000 penumpang batal berangkat dari Bandara Supadio.

Menurut General Manager Angkasa Pura II Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro, hujan lebat yang mengguyur Kubu Raya sejak Sabtu (11/11) membuat kondisi runway Bandara Supadio tergenang air sehingga berbahaya untuk penerbangan. Kondisi tersebut diperparah dengan hujan berkapasitas sedang sejak Minggu pagi (12/11) hingga sore.

Lumpuhnya operasional penerbangan di Bandara Supadio ini memang merupakan kejadian force mayeure atau bencana alam, yakni akibat hujan deras yang turun sejak Sabtu hingga Minggu dengan curah hujan menurut BMKG meningkat 9 kali lipat.

Kemudian diperparah dengan kondisi tanah di kanan kiri runway bandara lahan gambut, sehingga sulit menyerap air, dan jebolnya Parit Keramat mengalir ke bandara.

Kita patut berikan apresiasi kepada pihak otoritas bandara yang dibantu Basarnas, Pemkab KKR, TNI/AU, pemadam kebakaran, telah bekerja keras melakukan penyedotan air, membersihkan hingga memperlebar saluran di sekitar runway sejak Minggu hingga Senin dinihari. Hasilnya, penerbangan dari dan tujuan Bandara Supadio sudah bisa normal kembali mulai Senin pagi.

Terlepas bahwa lumpuhnya bandara Supadio itu karena faktor force mayeure, diperlukan langkah-langkah mendesak dan jangka panjang untuk mengatasi problem yang dialami Bandara Supadio sebagai salah satu urat nadi perekonomian Kalbar.

Jangan sampai kejadian runway tergenang terulang, karena jelas mengakibatkan kerugian besar bagi bandara dan perusahaan maskapai, juga masyarakat pengguna jasa penerbangan.

Untuk solusinya, rekomendasi yang dihasilkan dari hasil rapat di Bandara Supadio kemarin (13/11) yang dihadiri otoritas bandara Angkasa Pura II, Lanud TNI AU, SAR, BNPB, Pemkab Kubu Raya, Balai Irigasi, konsultan dan kontraktor patut segera dikerjakan. Harus dicarikan solusi jangka pendek jika terjadi genangan air lagi terutama di runway.

Kesimpulan rapat, melanjutkan pembuatan tanggul penahan di runway, penyedotan air lanjutan di runway 33, pembersihan gulma di saluran utama, normalisasi saluran primer dan revitalisasi saluran sekitar runway. Selain itu disarankan penertiban bangunan sepanjang aliran sungai/parit menuju Sungai Kapuas.

Untuk jangka panjang, pihak Lanud TNI AU mengusulkan perlunya dilakukan perbaikan saluran primer Parit Keramat, Parit Jepang dan Parit Gertak Kuning. Untuk Parit Jepang.

Menanggapi hal ini, BNPB mengusulkan agar bandara kooordinasi dengan Pemda untuk mengembalikan kondisi Parit Jepang, dan perbaikan dinding dinding saluran utama.

Berkaca dari kejadian terendamnya runway Bandara Supadio yang mengakibatkan penerbangan lumpuh total selama sehari semalam, benar apa yang disampaikan Wali Kota Singkawang Awang Ishak, sudah seharusnya Kalbar memiliki bandara baru, sebagai alternatif jika Bandara Supadio mengalami gangguan operasional seperti kemarin.

Terkait ini, Bandara Singkawang semestinya bisa menjadi program prioritas baik provinsi maupun nasional yang harus direncanakan untuk dibangun. Pembangunan Bandara di Kota Singkawang secara otomatis nantinya bisa menghubungkan bandara-bandara di Kalbar.

Kemudian ila terjadi gangguan operasional di Bandara Supadio, pesawat ke Pontianak tidak harus balik ke bandara asal, tapi bisa dialihkan ke bandara di Singkawang. Keberadaan Bandara di Singkawang juga akan memacu roda perputaran ekonomi di wilayah utara bisa berkembang lebih pesat. Semoga. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved