TribunPontianak/

Warga Keluhkan Listrik Sering Padam Dalam Sepekan Terakhir

Sri Ranti, warga Kubu Raya ini mempertanyakan alasan dari PLN karena intensitas pemadaman yang kerap terjadi dalam sepekan.

Warga Keluhkan Listrik Sering Padam Dalam Sepekan Terakhir
Kompas.com
Ilustrasi listrik padam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sepekan ini listrik di Kota Pontianak dan Kubu Raya sering terjadi pemadaman. Beberapa konsumen menyampaikan keluhannya, bahkan beberapa menulis keluhannya melalui akun media sosial.

Sri Ranti, warga Kubu Raya ini mempertanyakan alasan dari PLN karena intensitas pemadaman yang kerap terjadi dalam sepekan.

"Untuk hari ini padamnya memang baru sekali. Tapi, kalau saya cek lagi sejak Sabtu kemarin padam lumayan lama sekitar pukul 22.51 WIB baru nyala. Nah Subuh Minggu mati lagi, malah siang dan sorennya juga sama. Selanjutnya dari hari Senin sampai Kamis selalu saja padam," ungkapnya saat dihubungi Tribun, Kamis (9/11/2017).

Meski tinggal di kawasan Ayani 2 Kubu Raya, namun ia berkantor di kawasan Kota Pontianak. Dijelaskannya, pemadaman di Kota Pontianak pun kerap terjadi akhir-akhir ini.

"Di kantor saya yang berada di kawasan Sepakat Pontianak pun sering mati (listrik). Tentu saja ini sangat menganggu aktivitas kami," katanya.

(Baca: Cara Mudah Menghemat Listrik dari Lampu, Ikuti Petunjuknya )

Dia berharap PLN bisa memberikan penjelasan secara transaparan atas masalah yang terjadi. Apalagi PLN tengah gencar mempromosikan program tambah daya.

"Sayang sekali jika tidak diiringi dengan pelayanan optimal. Apa sebenaranya kita sedang krisis energi atau ada yang rusak? Kedepannya kita pun perlu beralih ke renewbale energy jadi rumah-rumah pakai solar panel seperti di Eropa," sarannya.

Warga lainnya yang menyampaikan keluhan dan memposting di media sosial adalah Nurhasanah. Dirinya mengaku kecewa dengan listrik yang sering padam. Oleh karena untuk aktiviasnya yang berjualan jus buah sangat membutuhkan listrik.

"Kemarin (Rabu) listrik malah padam dari pukul 09.00 pagi bahkan sampai 4-5 jam padamnya. Kalau begini, sangat menganggu usaha kami," kata warga Jalan Tanjungraya 1 tersebut.

Begitu juga dengan Erwan, warga Perumnas IV, Kecamatan Pontianak Timur. Ia menyebutkan listrik byarpet sudah terjadi sejak bulan Oktober. Bahkan dalam sehari byarpet bisa empat hingga lima kali sehari.

“Artinya ketika subsidi dicabut itu, seharusnya pelayanan PLN juga harus semakin baik dong. Jangan malah semakin amburadul tentu masyarakat kecewa,” ujar dia.

Ia menambahkan PLN jangan menganggap byarpet ini masalah biasa saja. Sementara di sisi lain PLN justru tegas menindak jika ada konsumen yang telat membayar.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help