TribunPontianak/

Semua SMP di Pontianak Wajib Ikut Festival Saprahan

Untuk menjaga kelestarian adat budaya, pemeritnah Kota Pontianak menggelar Festival Saprahan tinggkat SMP se Kota Pontianak.

Semua SMP di Pontianak Wajib Ikut Festival Saprahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Pelajar SLTP menghidangkan menu makanan pada Festival Saprahan tingkat pelajar SLTP sederajat se kota Pontianak yang diselenggarakan Pemerintah kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan Kota Pontianak di rumah adat Melayu, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (26/9/2017). Festival Saprahan ini diikuti oleh 23 kelompok yang terdiri 21 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta yang terbagi dalam 19 tim putri dan 4 tim putra. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk menjaga kelestarian adat budaya, pemeritnah Kota Pontianak menggelar Festival Saprahan tinggkat SMP se Kota Pontianak.

Pj Sekda Kota Pontianak, Zumyati menuturkan kalau kegiatan yang digelar oleh Pemkot dan Dinas Pendidikan ini memang untuk melestarikan budaya dan menggali budaya serta menganalkan budaya yang ada pada generasi muda.

"Kegiatan Festival Saprahan antar SMP ini kita lakukan untuk menggali budaya lokal dan mengenalkan budaya pada anak muda kita, karena saprahan ini kalau tidak kita kenalkan pada generasi muda, maka akan hilang. Sekarang ini hanya yang tua saja yang mengetahui saprahan," ucapnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Rumah Adat Melayu Kalbar, Selasa (26/9/2017).

(Baca: Jaga Eksistensi Budaya, Tradisi Saprahan Masuk Mata Pelajaran Mulok )

Ia berharap seluruh sekolah kedepannya bisa mengikuti acara ini, karena didalam saprahan ini terdapat banyak nilai dan kearifan lokal yang bisa diambil oleh para peserta didik.

"Mengapa ini kita lakukan pada anak smp, karena kita ingin mereka tahu mengenai budaya yang ada. Kita harap seluruh anak SMP yang ada di kota ini bisa mengikuti kegiatan ini. Jadi didalam saprahan ini banyak sekali nilai kearifan lokal, ada kepemimpinan, kebersamaan, etika, cara penyajian dan cara mereka menyampaikan," jelas Pj Sekda yang sebentar lagi masuk masa pensiun ini.

Para murid yang mengikuti festival ini diharapkan dapat memetik pelajaran dari nilai-nilai yang tertanam dalam saprahan.

Zumyati bersyukur tahun ini untuk peserta yang mengikuti meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu kegiatan serupa hanya diikuti 11 regu dan tahun ini meningkat menjadi 23 kelompok.

Namun pihaknya tidak bisa berpuas diri walaupun ada peningkatan yang sangat signifikan dari segi peserta, karena ia katakan kedepan semua sekolah akan diwajibkan untuk mengikuti festival ini.

"Kita akan tetap dorong terus semua SMP, baik negeri maupun swasta untuk berpartisipasi kedepannya. Dari 28 SMP negeri, ikut 21 dan 2 dari swasta," jelasnya.

Dalam saprahan ini, Ia katakan masakan yang dimasak adalah masakan khas Pontianak, ada pacri nanas, nasi kebuli, semur daging, sambal wak dolah dan lainnya.

Untuk tetap menjaga keeksistensiannya adat budaya saprahan di Kota Pontianak, Pemkot juga akan menggelar festival saprahan tingkat kelurahan pada 11 Oktober nanti, yang dilangsungkan di PCC.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help