TribunPontianak/

Jaga Eksistensi Budaya, Tradisi Saprahan Masuk Mata Pelajaran Mulok

Sebelumnya meriam karbit dikatakannya juga sudah diakui, kemudian arakan pengantin, lalu baju batik corak insang.

Jaga Eksistensi Budaya, Tradisi Saprahan Masuk Mata Pelajaran Mulok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Foto bersama para pemenang festival saprahan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Mulyadi menerangkan dalam menjaga adat budaya yang ada di Kota Pontianak, pihaknya akan memasukan dalam pelajaran muatan lokal di sekolah.

"Untuk budaya saprahan ini sekarang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota, sedang menyusun buku mulok. Jadi saprahan ini kita masukkan karena saparahan ini sudah sudah diakui sebagai warisan tak benda untuk kota pontianak," ucapnya, Selasa (26/9/2017).

Sebelumnya meriam karbit dikatakannya juga sudah diakui, kemudian arakan pengantin, lalu baju batik corak insang.

"Jadi itu nanti masuk kedalam mulok supaya anak-anak kita mengetahui akar budaya yang ada di Kota Pontianak dan daerah-daerah lain di Kalbar," jelasnya.

(Baca: Foto-foto Festival Saprahan Pelajar SLTP Sederajat di Pontianak )

Mulyadi katakan antusiasme sekolah uang ikut tahun ini cukup baik, peserta yang meningkat dari tahun sebelumnya.

"Tahun lalu jumlahnya 11 regu, saat ini ada 23. Kedepan mungkin ini akan bertambah lagi, kita himbau kepada sekolah-sekolah kalau ada kegiatan tahunan di sekolah satu diantara kegiatannya masukkan ini," katanya.

Hal ini dilakukan agar budaya yang ada tidak hilang, dan menunjukan kalau eksistensi budaya di Pontianak terus berlanjut.

Ia katakan juga didalam saprahan ini banyak nilai-nilai yang dapat diambil. Disebutkannya satu persatu nilai yang ada seperti kepemimpinan, disiplin, kerja sama, nilai etika, ada nilai estetika serta ada juga nilai moral yang ditunjukan sebelum memulai makan dan ketika makan.

"Sebelum mulai makan itu harus berdoa segala macam nah itu sudah bagian dari pelaksanaan pendidikan karakter. Jadi ini memang harus ditumbuh kembangkan. Ini satu diantara sekian banyak upaya untuk menanamkan nilai-nilai positif yang ada pada anak. Saya yakin dan percaya kalau anak kita giatkan kegiatan budaya ini maka tidak akan terpikir kepada hal-hal budaya yang ndak benar," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help