TribunPontianak/

Waspada! Pil Diduga Jenis Flakka Beredar di Indonesia, Ini Imbauan BP3AKB Kubu Raya

Sebab, Kubu Raya dan Kalbar umumnya juga berpotensi menjdi sasaran oknum untuk memyebarkan obat tersebut

Waspada! Pil Diduga Jenis Flakka Beredar di Indonesia, Ini Imbauan BP3AKB Kubu Raya
ISTIMEWA
Pil PCC

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Terjadinya kasus, anak bertingkah aneh hingga ada meninggal dunia yang tersebar di media sosial dikabarkan akibat dari pengaruh obat jenis pil yang bertuliskan PCC, dan berbentuk binatang kecil di sejumlah wilayah Bekasi diduga mengandung narkoba jenis flakka.

Dalam video terunggah ke facebook, keterangan kejadian di wilayah Bekasi. Sejumlah anak harus mendapat perawatan intensif ke rumah sakit setempat.

Oleh karenanya, diimbau kepada orangtua untuk senantiasa memberi perhatian khusus pada anak, terutama yang sudah menginjak remaja.

Pil berbahaya bagi anak dan remaja bentuknya lucu, berupa binatang kecil yang bisa membuat pemakainya berhalusinasi
Pil berbahaya bagi anak dan remaja bentuknya lucu, berupa binatang kecil yang bisa membuat pemakainya berhalusinasi 

Bidang KBKS Sub Bidang Anak BP3AKB Kubu Raya, Sumintar menjelaskan keberadaan obat-obatan yang mengancam terhadap anak sudah sejak lama terjadi. Paling umum prilaku menyimpang anak adalah ngelem.

Namun baru-baru ini, ke khawatiran memuncak setelah adanya berita obat berbentuk pil yang sangat berbahaya dampaknya jika diminum.

(Baca: Awas Ada Lubang di Jalan Merdeka Timur )

"Makanya kita, memberikan perhatian khusus, melalu program generasi anak, bersama BNNK Kubu Raya merangkul anak-anak, supaya bisa terhindar dari obat-obat ini. Sebab, Kubu Raya dan Kalbar umumnya juga berpotensi menjdi sasaran oknum untuk memyebarkan obat tersebut," katanya, Kamis (14/9).

Ia menuturkan dalam setiap kegiatan selalu melibatkan anak sebagai mediatornya untuk menyampaikan ke anak yang lain. Keberadaan obat ini, sudah sangat mengancam dan patut diwaspadai oleh semua pihak.

"Selain memang penyadaran terhadap anak dan remaja dengan memberikan pehaman serta merangkul mereka, keterlibatan orangtua dalam memberikan edukasi berperan besar," ungkapnya.

(Baca: Terkait Pokir Dewan, Ini Penjelasan Jumadi )

Saat ini, tambahnya obat-obatan berbahaya itu berupa pil. Dengan sangat mudahnya oleh oknum untuk sebar luaskan. Apalagi, dengan bentuk yang menarik tentu bagi yang tidak tahu akan mudah tertipu untuk meminumnya.

"Untuk itulah informasi ini, harus diwaspadai bersama. Orangtua harus bisa mnegawasi dengan ketat. Anak sebagai generasi penerus jangan sampai terpegaruh. Dan bagi anak yang sudah kita rekrut dalam forum anak supaya bisa menyampaikan ke yang lain," jelasnya.

Ia menerangkan obat terbaru ini, bisa memberikan dampak halusinasi cukup besar. Informasi seperti flakka khusus anak.

"Sebenarnya penyalah gunaan obat seperti ngelem umumnya sudah lama terjadi. Tapi dengan yang baru ini, berarti bertambah dan lebih simple. Makanya kita bersama harus hati-hati dalam menjaga anak-anak kita," pungkasya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help