TribunPontianak/

Wajib Non Tunai di SPBU di Kritisi, Apa Semua Masyarakat Punya Kartu?

Ia mengatakan perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh agar masyarakat mengetahui gerakan non tunai.

Wajib Non Tunai di SPBU di Kritisi, Apa Semua Masyarakat Punya Kartu?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Ketua Komite Tetap Keuangan Dan Perbankan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Pieter Gunawan 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Pertamina baru-baru ini mensosialisasikan program penggunaan uang elektronik untuk transaksi pembelian bahan bakar di setiap SPBU yang ada di seluruh kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebagai tindak lanjut program tersebut Bank Central Asia Tbk (BCA), Bank Karbar dan BNI bersama PT Pertamina melaunching Cashless Society di beberapa SPBU.

Kebijakan wajib transaksi dengan non tunai yang akan dilakukan secara bertahap ini dikritisi Ketua Komite Tetap Keuangan Dan Perbankan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Pieter Gunawan.

Ia mengatakan perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh agar masyarakat mengetahui gerakan non tunai.

(Baca: Tahun 2019, Kementerian PUPR Target 500 Ribu Tenaga Konstruksi Bersertifikat )

Pieter mengatakan bukannya menentang pemberlakuan pembelian secara non tunai namun ia meminta adanya berbagai pihak memperhatikan kalangan bawah.

"Harusnya kalau menerapkan, sasar restauran, ritel modern dan tempat lainnya. Masyarakat Pontianak sebagian besar belum paham dengan sistem transaksi uang elektronik. Apabila dipaksakan malah menimbulkan gejolak di masyarakat, "ujarnya.

Oleh karenanya, Pieter meminta diberlakukan dua jalur yaitu tunai dan non tunai.

"SPBU ini kan dipakai untuk semua kalangan. Bukan hanya kalangan menengah ke atas yang paham bertransaksi nontunai. Literasi non tunai kita juga masih rendah. Ini beda dengan Jakarta yang ketika diterapkan aturan e-toll lancar-lancar saja. Saya sendiri tidak punya kartu e-money, "ujar mantan ketua Perbanas (Perhimpunan Bank Nasional).

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help