TribunPontianak/

Gojek - Suka dan Duka Umi Kalsum, Driver Perempuan Gojek Kota Pontianak

Mempunyai status menikah dengan anak satu, Ia mengatakan suami pun telah mengizinkan dirinya menjadi seorang driver.

Gojek - Suka dan Duka Umi Kalsum, Driver Perempuan Gojek Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Driver Gojek Pontianak, Umi Kalsum (25). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk di Kota Pontianak, ternyata pekerjaan Go-Jek juga digeluti oleh seorang wanita. Satu diantaranya adalah Umi Kalsum (25) yang telah enam bulan menjadi driver Go-Jek.

"Saya sebelumnya ibu rumah tangga, menjadi driver Go-Jek bisa berbagi waktu bersama keluarga, ibarat kata mengikuti Go-Jek waktu kita yang memanfaatkan, mengatur sendiri, atau bosnya sendiri dan juga karyawan sendiri," ungkapnya, Kamis (07/09/2017) saat ditemui disalah satu warung kopi Pontianak.

Mempunyai status menikah dengan anak satu, Ia mengatakan suami pun telah mengizinkan dirinya menjadi seorang driver.

"Suka dukanya kadang dikomplain dengan konsumen, keterlambatan tapi wajar karena konsumen tidak mengerti seberapa jauh perjalanan. Biasanya pesan kemana, antar kemana, alamat juga tidak jelas, hujan dan panas," ceritanya.

(Baca: Kisah Driver Gojek Pontianak - Hangatnya Persahabatan Hingga Penghasilan )

Semenjak menjadi Driver Go-Jek, Ia pun mengaku telah ada perubahan bahkan 80 persen, seperti dari materi dapat membantu suami, jadi semua beban tidak sepenuhnya ke suami, sekarang bisa dibagi dua.

Dalam sehari, kata dia bisa dapat sekitar Rp 200 ribuan, belum makan dan lainnya, karena jarang online juga untuk narik penumpang.

"Saya berangkat dari jam 10.00 sampai 17.00 WIB, bahkan umumnya sampai pukul 18.00 WIB, atau jika sudah mendapat 10 penumpang sudah cukup dengan point dan target," katanya.

Dengan adanya isu razia yang akan dilakukan oleh Pemkot Pontianak menurutnya maka otomatis akan meningkatkan angka pengangguran.

"Seandainya ada razia ke semua driver otomatis semakin banyak pengangguran, sekarang yang banyak kerja di Go-Jek sebagian besar pengangguran, dengan adanya Go-Jek sangat membantu," timpalnya.

Ia pun mengatakan, dari sekian banyak driver Go-Jek ada juga yang tidak tamat sekolah, tidak ada ijazah, dan status pekerjaan, karena yang penting adalah niat, serta tentunya surat lengkap.

'Harapannya bagi pihak Pemkot Pontianak jangan memandang Go-Jek sebelah mata, driver membantu, contoh ibu-ibu atau bapak-bapak yang tidak bisa menggunakan motor atau kendaraan jadi bisa gunakan jasa Go-Jek. Selain itu diharapkan Go-Jek diperbolehkan beroperasi," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help