TribunPontianak/

Komisi D DPRD Sambas Tanggapi Keluhan Guru di Perbatasan Temajuk

Jadi ada berbagai faktor, pertama itu kan adanya motivasi, paling tidak harus ada motivasi. Motivasi itu juga harus dibarengi dengan fasilitas.

Komisi D DPRD Sambas Tanggapi Keluhan Guru di Perbatasan Temajuk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Wakil Komisi D DPRD Sambas, Suryadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Ketua Komisi D DPRD Sambas, Suryadi menilai, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi anak-anak di SDN 19 Temajuk kurang minat membaca.

"Jadi ada berbagai faktor, pertama itu kan adanya motivasi, paling tidak harus ada motivasi. Motivasi itu juga harus dibarengi dengan fasilitas. Bagaimana fasilitas perpustakaannya, jadi perpustakaan jangan hanya ada ruangan, ada buku ditaruh di situ, kita ubah bagaimana anak-anak bisa memanfaatkannya pada jam istirahat, santai bisa membaca, saya pikir itu yang harus kita pikirkan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017).

(Baca: Data Guru Penerima Tunjangan 3T Tidak Sinkron )

Selain itu, menurutnya juga diperlukan motivasi untuk mendorong anak giat membaca. Yang satu di antara motivasi itu didorong dari internal keluarga.

"Salah satunya mungkin faktor internal juga atau faktor keluarga juga mempengaruhi motivasi anak. Sudah seharusnya pentingnya ilmu kita tanamkan sejak dini. Selain itu, perlu juga kedisiplinan dari pihak sekolah. Dari mulai masuk sekolahnya jam sekian, pulangnya jam sekian. Dalam waktu itu kan diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membaca.l," jelasnya.

Lanjutnya, ada berbagai macam metode yang dapat merangsang minat baca anak, sehingga ia berharap para guru di perbatasan tetap berupaya mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Ada berbagai macam cara bagaiamana anak-anak itu bisa minat membaca. Jadi saya pikir seorang guru pun jangan sampai hanya mengeluh cukup disitu saja. Ada cara atau inovasi dan sebagainya. Tapi memang, di daerah perbatasan itu kan sudah menyatu dengan alam yang sangat luas, mungkin jarak tempuh antara sekolah dengan rumah kan cukup jauh, dengan berjalan kaki dan dengan infrastruktur yang kurang memadai. Artinya begitu datang ke sekolah itu kan, anak-anak sudah capek berkeringat, itu juga perlu kita pikirkan," urainya.

Ini artinya, berbagai macam faktor mempengaruhi bagaimana anak-anak itu bisa minat membaca.

"Kan harus kita fasilitasi dengan fasilitas perpustakaan yang memadai, kedisplinan di sekolahnya, motivasi dari pihak internal keluarga," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help