Berita Video

Detik-detik Jemaah Haji, Khatib Kloter 11 Kalbar Pingsan Usai Salat!

H Toyib ambruk hingga pingsan tak sadarkan diri beberapa saat, ketika usai menjadi khotib wukuf selama lebih dari 30 menit...

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEKKAH - Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah di haji musim tahun 1438 H atau tahun 2017 jemaah di hadapkan Suhu ekstrem tembus di angka 51.3 derajat celcius di sekitar pukul 13.00-14.00 WAS, namun pukul 15.00 WAS kembali menurun 2 derajat yakni 49.0 derajat celcius

Panasnya udara ini empat jemaah kloter 11 Kalbar embarkasi Batam ini mengalami hidrasi, bahkan beberapa diantaranya terpaksa di infus untuk mendapatkan cairan pengganti.

Ke empat jamaah yang tumbang akibat dihidrasi Suhu panas ekstrem di Kota Mekkah ini diantaranya petugas tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI) Ust H Toyib Saefuddin.

H Toyib ambruk hingga pingsan tak sadarkan diri beberapa saat, ketika usai menjadi khatib wukuf selama lebih dari 30 menit dengan cara berdiri dan turut melaksanakan salat dzuhur berjamaah.

(Baca: Suhu Ekstrem di Arafah, Jemaah Asal Kalbar Mendadak Pingsan! )

Ia ambruk dan terbaring tak sadarkan diri ditempat dimana dirinya usai salat dzuhur, sontak membuat kaget jemaah yang berada di sisi kiri-kanan dan belakang untuk membantunya.

Kemudian tim medis pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada petugas TPIHI asal Kalbar tersebut.

H. M. Ridwan Petugas TKHI Kloter 11 membenarkan Suhu udara di arafah cukup ekstrem, terbukti sudah empat jemaah yang mengalami hidrasi, ada beberapa jamaah yang terpaksa harus di infus.

"Pak Ust Toyib, Ibu Rosmawati dari Sui Pinyuh, jamaah dari Sanggau dan dari Melawi, pak ust Toyib tadi hampir di infus, untuk cepat segar kembali setelah kita berikan pertolongan pertama dengan di kompres air dingin dan di beri minum air dingin," ungkapnya

Sementara dr Darwati terlihat beberapa kali memberikan imbaukan kepada jemaah untuk senantiasa untuk menyemprotkan air ke muka dan kepala serta minum air putih di campur oralit untuk mencegah hidrasi.

"Kita imbau jemaah untuk senantiasa minum air dan semprotkan air ke muka serta kepala setiap 2-3 menit sekali," ungkap dokter yang bertugas di Pukesmas Siantan desa Jungkat Kabupaten Mempawah ini

Dikatakannya lagi  diawal satu jemaah sudah mengalami hidrasi yakni ibu Rosmawati terpaksa  diinfus.

"Maka kita imbau jamaah untuk minum oralit, karena di dalam kandungannya sudah komplit untuk penganti cairan dalam tubuh, jadi jangan heran Suhu panas ekstrim keringat banyak keluar dan tidak ada buang air kecil," jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved