Tak Hanya Kejar Keuntungan, Telkomsel Turut Bangun Perbatasan Kalbar

Sanggau menjadi kabupaten perbatasan dengan jumlah BTS terbanyak, yaitu 19 unit.

Penulis: M Arief Pramono | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / M Arief Pramono
Manager Network Service Telkomsel Branch Pontianak, Andreas Saing dan Supervisor RTPO Sintang Telkomsel Branch Pontianak, Adiwena Hydravicyan (kanan) berfoto bersama di kantornya, Rabu (30/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Arief Pramono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 53 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel tersebar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, di wilayah Kalbar. Empat di antaranya bahkan telah menggunakan sistem 4G, dan sisanya 2G dan 3G.

Empat BTS 4G itu masing-masing dua di Entikong, kabupaten Sanggau dan dua lainnya di Badau, kabupaten Kapuas Hulu.

"Ini suatu hal yang prestisius karena Telkomsel ikut mempercantik wilayah perbatasan dengan layanan 4G. Bahkan kita bisa lebih baik dari Malaysia," kata Supervisor RTPO Sintang Telkomsel Branch Pontianak, Adiwena Hydravicyan, Rabu (30/8).

Baca: Pemkot Pontianak Perbanyak RTH, Ini Penegasan Edi Kamtono

Adi menjelaskan, di sepanjang wilayah perbatasan di Kalbar terdapat 19 site dengan 53 BTS Telkomsel. Sanggau menjadi kabupaten perbatasan dengan jumlah BTS terbanyak, yaitu 19 unit. Selebihnya tersebar di Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu.

Banyaknya jumlah BTS di Sanggau, kata Adi, karena daerah ini memang merupakan jalur utama di Kalbar menuju Malaysia. Banyak pula proyek-proyek pemerintah di kawasan ini yang tentunya membutuhkan dukungan di bidang telekomunikasi.

Bahkan untuk tahun ini, Telkomsel masih akan menambah tiga BTS di kawasan perbatasan Sanggau.

"Dua di desa Bungkang dan satu di Desa Malenggang. Dua desa ini, semuanya di kecamatan Sekayam," ujar Adi.

Menurut Adi, dalam melakukan penambahan jaringan di suatu daerah, Telkomsel juga melihat potensi market di daerah tersebut. Saat ini pelanggan Telkomsel di Kalbar sudah lebih dari 3 juta orang. Penambahan jaringan, seiring pula dengan target penambahan jumlah pelanggan.

Semakin baiknya kualitas jaringan di perbatasan, akan berimbas pula pada habit masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. "Tren penggunaan data selalu naik. Pengguna juga semakin butuh kecepatan, kalau dulu hanya 3G, sekarang maunya 4G," katanya.

Manager Network Service Telkomsel Branch Pontianak, Andreas Saing, mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya tidak semata untuk meraih keuntungan. Namun Telkomsel juga ingin berperan membangun negara di bidang telekomunikasi.

Apa yang telah dilakukan Telkomsel khususnya di perbatasan Kalbar saat ini cukup membanggakan. Hal ini merujuk pada jaringan telekomunikasi di wilayah Indonesia, yang lebih baik di banding negara tetangga, secara kualitas maupun jangkauan.

"Kita tidak hanya mengejar provit. Secara nasional kita support program pemerintah dalam membangun perbatasan," kata Andreas yang baru sekitar satu bulan ini bertugas di Kantor Telkomsel Branch Pontianak.

Maka dalam penambahan jaringannya di kawasan pelosok seperti perbatasan, Telkomsel juga mempertimbangkan permintaan masyarakat atau instansi terkait. Misalnya saja proposal dari pemerintah daerah maupun TNI yang bertugas di perbatasan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved