Sutarmidji Sebut Data Disdukcapil Lebih Valid dari BPS
Saat menjadi narasumber di Indonesia Development Forum (IDF) 2017, ia mengkritik data yang dikeluarkan BPS yang disebutnya tidak valid.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan kalau data yang valid akan memberikan dampak yabg sangat luar biasa dalam mengambil kebijakan untuk program yang berkelanjutan.
Saat menjadi narasumber di Indonesia Development Forum (IDF) 2017, ia mengkritik data yang dikeluarkan BPS yang disebutnya tidak valid.
"Kite dalam talk show IDF bicara masalah kesenjangan, kesetaraan, yang penting saat ini adalah konsistensi antara program dan implementasinya. Itu harus didukung dengan data yang akurat. Selama ini masalahnya di data," ucapnya, Kamis (10/8/2017).
Bahkan Midji menyarankan didepan Menteri Bappenas dan ratusan audiens yang hadir kalau BPS yang ada sebaiknya dibubarkan saja karena datanya tidak valid.
"Saya sarankan BPS itu dibubarkan atau dibawah Bappenas saja. Kalau perlu BPS bagian dari Bappenas supaya Bappenas itu semuanya mandiri terkait data dan tidak tergantung pada institusi lain," tegasnya.
Baca: Kartu Identitas Anak Dibutuhkan untuk Inventarisir Data Kependudukan
Dengan data yang valid dan akurat ia katakan akan membuat program jangka panjang lebih mudah diimplementasikan.
Ia memberikan contoh untuk di Pontianak bahkan data yang lebih akurat mengenai kependudukan ke ada di Dukcapil bukan BPS.
"Harusnya Pemerintah itu gunakan data Dukcapil dalam mengambil kebijakan. Di Pontianak saja ada selisih 60 ribu jumlah penduduk antara BPS dan Dukcapil. Capil lebih rill karena berdasarkan NIK dan kalau BPS itu berdasarkan sensus," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji_20170811_085053.jpg)