TribunPontianak/
Home »

Budaya

» Dayak

Kongres Dayak Internasional

Pengunjung Kongres Dayak Internasional Akui Harga Harga Produk Terjangkau

Saya disini dari kemarin, saya udah belanja beberapa aksesoris. Untuk harga yang ditawarkan stand-stand juga cukup terjangkau.

Pengunjung Kongres Dayak Internasional Akui Harga Harga Produk Terjangkau
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Satu di antara peserta stan pameran yang menyediakan beragam aksesoris kerajinan rakyat khas masyarakat Dayak yang dipamerkan pada Pameran dalam rangkaian acara Kongres Dayak International ke-I yang digelar Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/7/2017). Pameran yang berlangsung sejak 23-27 Juli 2017 ini diikuti oleh 66 stan pameran, dengan tujuan untuk mempromosikan berbagai hasil kerajinan dan produk budaya bangsa dari penduduk asli pulau Kalimantan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Para pengunjung yang hadir dalam eksebisi dan malam pagelaran di rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak mengaku harga yang ditawarkan para pedagang terjangkau.

"Saya disini dari kemarin, saya udah belanja beberapa aksesoris. Untuk harga yang ditawarkan stand-stand juga cukup terjangkau, karena yang saya lihat pemikik stand-stand menawarkan produk daerah asal," ujar salah seorang pengunjung asal Kapuas Hulu, Welburga Ariska Viensianika Tening.

Sebagai pengunjung, Ia pun menilai Kongres Daya Internasional lumayan ramai, namun mungkin karena perdana kali, jadi tidak seperti pelaksanaan gawai biasanya

"Menurut saya stand yang menarik Kapuas Hulu, karena juga berasal dari jauh, barang yang ditawarkan juga dari tumbuhan dan bahan alam yang ramah lingkungan," kata dia.

Baca: Tawarkan Gelang Belaar dan Simpai, Pedagang Kapuas Hulu Ini Raup Omzet Rp 30 Juta

Produk-produk tersebut menurutnya seperti gelang, cincin rotan, yang berasal juga dari akar anggrek.

"Saya juga kebetulan dari Putusibbau Kapuas Hulu. Membeli gelang menurut saya unik, dan tidak semua ada, karena bahan yang alami. Selain itu anyaman juga bagus," ujarnya.

Menurutnya pula, kerajinan tangan seperti gelang juga harus dilestarikan, dan digunakan oleh kaum muda.

"Harapan dengan kongres kedepan agar lebih ramai dihadiri," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help